Studi Sebut Persahabatan Erat Bikin Orang Lebih Awet Muda
Memiliki sahabat bukan hanya membuat hidup terasa lebih bahagia. Penelitian terbaru menunjukkan, hubungan pertemanan yang kuat juga dapat membantu memperlambat proses penuaan biologis hingga tingkat sel.
Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan para peneliti di Cornell University. Studi tersebut mengungkap bahwa hubungan sosial yang hangat dan berkualitas sepanjang hidup berkaitan dengan usia biologis yang lebih muda dibandingkan usia kronologis seseorang.
Artinya, orang yang memiliki jaringan sosial yang kuat berpotensi hidup lebih sehat dan berumur lebih panjang.
Hubungan sosial berpengaruh pada penuaan
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan meneliti konsep cumulative social advantage atau keuntungan sosial kumulatif. Konsep ini menggambarkan kualitas dan keberlanjutan hubungan sosial yang dimiliki seseorang sejak kecil hingga dewasa.
Menukil Real Simple, Profesor Psikologi Cornell University, Anthony Ong, menjelaskan bahwa keuntungan sosial tidak hanya diukur dari jumlah teman.
Sebaliknya, peneliti melihat empat aspek utama, yakni kehangatan dan dukungan dari orang tua saat masa kecil, kedekatan dengan lingkungan tempat tinggal, keterlibatan dalam komunitas keagamaan atau sosial, serta dukungan emosional dari keluarga dan sahabat sepanjang hidup.
Menurut Ong, seluruh hubungan tersebut saling melengkapi dan membentuk fondasi kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Penelitian menemukan bahwa orang dengan hubungan sosial yang kaya memiliki 'jam epigenetik' yang lebih lambat.
Jam epigenetik merupakan indikator biologis yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat tubuh mengalami penuaan di tingkat sel. Jika jam ini berjalan lebih lambat, usia biologis seseorang cenderung lebih muda daripada usia sebenarnya.
Tak hanya itu, hubungan sosial yang baik juga dikaitkan dengan perubahan positif pada sistem peradangan, hormon, dan fungsi saraf tubuh. Hasilnya, mereka yang memiliki dukungan sosial yang kuat cenderung memiliki tingkat peradangan lebih rendah serta risiko penyakit jantung dan penyakit neurodegeneratif yang lebih kecil.
Bukan sekadar punya banyak teman
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya menyoroti satu aspek hubungan sosial, seperti status pernikahan, studi ini menilai seluruh pengalaman sosial seseorang sepanjang hidup. Ong mengatakan manfaat terbesar berasal dari akumulasi hubungan yang terus terjalin dan berkembang dari waktu ke waktu.
Dengan kata lain, bukan hanya soal memiliki teman saat ini, melainkan bagaimana hubungan tersebut tumbuh, dipelihara, dan tetap bermakna selama bertahun-tahun. Semakin lama hubungan yang sehat terbangun, semakin besar pula dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
Meski begitu, bukan berarti satu persahabatan saja dapat langsung memperlambat penuaan. Ong menekankan bahwa yang paling berpengaruh adalah kualitas hubungan yang dibangun secara konsisten sepanjang hidup.
Kedalaman hubungan, rasa saling percaya, dukungan emosional, dan kedekatan yang terus dipelihara menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan jangka panjang. Ia mengibaratkan hubungan sosial seperti rekening dana pensiun. Semakin dini seseorang mulai membangun hubungan yang sehat dan semakin konsisten menjaganya, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan di masa depan.
Temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa menjaga hubungan baik dengan keluarga, sahabat, dan komunitas bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mental, tetapi juga dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat dan memperlambat proses penuaan secara biologis.
(tis/tis)