Nuca Molas, Surga Tersembunyi Flores yang Mirip Latar Jurassic Park

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 11:30 WIB
Pulau Nuca Molas yang disebut mirip latar film Moana hingga Jurasic Park ini ada di Indonesia. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan ini, nama Nuca Molas mulai ramai dibicarakan di media sosial. Pulau kecil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu disebut-sebut memiliki panorama yang mengingatkan pada latar film-film box office, mulai dari Jurassic Park hingga live action Moana.

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Hamparan sabana yang bergelombang, perbukitan batu yang menjulang, pantai berpasir putih, dan laut biru jernih menciptakan lanskap dramatis yang terasa seperti berada di dunia film petualangan.

Di balik popularitasnya, Nuca Molas sebenarnya telah lama menjadi salah satu permata tersembunyi di selatan Pulau Flores. Pulau ini menawarkan perpaduan keindahan alam, kehidupan masyarakat pesisir, hingga kekayaan bawah laut yang masih relatif alami.

Pulau cantik satu-satunya milik Kabupaten Manggarai

Pulau Mules. (Paul Arps via Wikimedia Commons (CC BY 2.0) Foto: Paul Arps via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Nuca Molas merupakan nama sebuah desa sekaligus pulau yang berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini menjadi satu-satunya pulau yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Manggarai setelah pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Dalam bahasa Manggarai, nuca berarti pulau atau nusa, sedangkan molas berarti cantik. Tak heran jika Nuca Molas memiliki arti 'pulau cantik', sebutan yang dianggap sangat sesuai dengan panorama alamnya.

Mengutip Pariwisata Kabupaten Manggarai, pulau ini dihuni lebih dari 1.000 penduduk yang tersebar di tiga kampung, yakni Konggang, Peji, dan Labuan Ntaur. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan.

Menariknya, kehidupan sosial di Nuca Molas juga mencerminkan keberagaman budaya. Tiga suku, yakni Manggarai, Bima, dan Ende, hidup berdampingan dengan bahasa daerah masing-masing.

Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, berbeda dengan sebagian besar wilayah Flores yang didominasi umat Katolik.

Bentang alam bak lokasi syuting film

Daya tarik utama Nuca Molas terletak pada bentang alamnya yang masih alami. Pantai berpasir putih membentang hampir mengelilingi pulau, sementara perbukitan batu dan padang rumput luas menciptakan siluet yang disebut menyerupai sosok putri tidur.

Pemandangan tersebut membuat banyak wisatawan membandingkan Nuca Molas dengan berbagai latar film petualangan. Ada yang menyebutnya mengingatkan pada dunia prasejarah dalam Jurassic Park, sementara lanskap laut dan perbukitannya dinilai mirip dengan pulau-pulau tropis yang menjadi inspirasi film live action Moana.

Meski demikian, Nuca Molas bukanlah lokasi syuting resmi kedua film tersebut. Perbandingan itu muncul karena karakter alamnya yang sama-sama eksotis dan masih alami.

Surga bagi pencinta wisata bahari

Tak hanya indah dipandang, Nuca Molas juga menawarkan beragam aktivitas wisata alam. Menukil Kemenpar, wisatawan dapat berenang di pantai berpasir putih, snorkeling, menyelam, memancing, hingga bersepeda mengelilingi pulau menggunakan kendaraan milik warga.

Di kawasan perairannya terdapat gugusan terumbu karang, anemon, serta berbagai jenis ikan tropis. Jika beruntung, wisatawan juga bisa melihat lumba-lumba, penyu, bahkan paus yang melintas di sekitar perairan.

Di daratan, pengunjung berkesempatan menjumpai rusa liar, burung maleo, serta menikmati panorama pulau dari mercusuar yang berdiri di titik tertinggi. Dengan karakter ombak yang relatif bersahabat, kawasan ini juga cocok untuk kegiatan kayaking, surfing, maupun camping di tepi pantai.

Keindahan Pulau Nuca Molas Foto: iStockphoto

Cara Menuju Nuca Molas

Perjalanan menuju Nuca Molas dimulai dari Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Dari Ruteng, wisatawan dapat menempuh perjalanan darat selama sekitar dua hingga tiga jam menuju Dintor melalui jalur Cancar-Todo-Dintor atau Ruteng-Iteng-Dintor.

Setelah tiba di Dintor, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kecil atau speedboat menuju Pulau Nuca Molas dengan waktu tempuh sekitar 15 hingga 30 menit, tergantung jenis kapal dan kondisi cuaca. Sementara itu, dari Labuan Bajo, waktu perjalanan menuju Dintor berkisar sekitar empat jam sebelum melanjutkan penyeberangan.

Seiring meningkatnya minat wisatawan, berbagai fasilitas penunjang wisata mulai dibangun di Nuca Molas. Saat ini telah tersedia dermaga, toilet umum, dan homestay untuk pengunjung. Pemerintah Kabupaten Manggarai juga berencana mengembangkan dive center beserta perlengkapan penyelaman guna mendukung potensi wisata bawah laut.

Pengelolaan destinasi dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nuca Molas yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Dengan perpaduan pantai berpasir putih, sabana yang luas, laut sebening kristal, hingga kehidupan masyarakat pesisir yang masih autentik, tak mengherankan jika Nuca Molas mulai dijuluki sebagai salah satu 'surga tersembunyi' di Flores.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK