5 Cara Menghilangkan Kutu Kucing agar Tak Datang Lagi

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Penting mengetahui cara menghilangkan kutu kucing. (iStockphoto/ArtistGNDphotography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kutu kucing yang tak kunjung hilang kerap membuat pemilik frustrasi. Meski kucing sudah dimandikan, kutu bisa terus bermunculan karena parasit ini tidak hanya hidup di bulu, tetapi juga berkembang biak di berbagai sudut rumah.

Karena itu, membasmi kutu tidak cukup hanya menghilangkan yang terlihat di tubuh kucing. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar telur, larva, hingga pupa kutu ikut teratasi dan tidak kembali menginfeksi.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan kutu kucing dengan benar? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Gunakan obat antikutu yang tepat

Mengutip studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Veterinary Medical Association (JAVMA), pengendalian kutu yang efektif memerlukan obat antikutu yang terbukti mampu membunuh kutu dewasa. Produk antikutu tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari obat tetes (spot-on), obat minum, hingga kalung antikutu. Yang terpenting bukan mereknya, melainkan kandungan bahan aktifnya.

Beberapa bahan aktif yang banyak direkomendasikan antara lain:

• Selamectin, efektif membasmi kutu, tungau telinga, beberapa jenis cacing, sekaligus membantu mencegah penyakit cacing jantung (heartworm).

• Fipronil, bekerja mengganggu sistem saraf parasit sehingga efektif membunuh kutu dewasa dan caplak.

• Fluralaner, termasuk golongan isoxazoline yang mampu memberikan perlindungan lebih lama, bahkan hingga sekitar 12 minggu pada beberapa sediaan topikal. Kandungan ini juga efektif mengatasi kutu dan caplak.

Meski demikian, Food and Drug Administration (FDA) mengingatkan bahwa obat golongan isoxazoline, termasuk fluralaner, pada sebagian kecil anjing dan kucing dapat menimbulkan efek samping neurologis, seperti tremor atau kejang.

Karena itu, penggunaan obat antikutu sebaiknya mengikuti anjuran dokter hewan, terutama pada hewan yang memiliki riwayat gangguan saraf. Pemilihan obat juga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan tingkat infestasi kutu.

2. Obati semua hewan peliharaan di rumah

Apabila memelihara lebih dari satu kucing atau juga memiliki anjing, jangan hanya mengobati hewan yang terlihat berkutu. Kutu dapat berpindah dengan mudah dari satu hewan ke hewan lain.

Jika hanya satu hewan yang mendapat pengobatan, siklus infestasi akan terus berulang. Agar hasilnya maksimal, seluruh hewan peliharaan yang tinggal serumah sebaiknya mendapatkan pengobatan antikutu secara bersamaan.

3. Bersihkan rumah secara menyeluruh

Mengobati kucing saja tidak cukup jika lingkungan rumah masih menjadi tempat berkembang biaknya kutu. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

• menyedot debu secara rutin,

• mencuci alas tidur kucing,

• membersihkan karpet,

• membersihkan sofa, dan

• membersihkan sudut-sudut rumah yang jarang dijangkau.

Langkah ini penting karena sebagian besar siklus hidup kutu justru berlangsung di lingkungan, bukan di tubuh kucing. Pada infestasi sedang hingga berat, proses pemberantasan kutu bahkan bisa memakan waktu beberapa bulan hingga benar-benar tuntas.

4. Sisir kutu hanya sebagai pelengkap

Menggunakan sisir kutu (flea comb) dapat membantu menemukan kutu maupun kotoran kutu yang tersembunyi di sela-sela bulu. Namun, sisir bukan solusi utama.

Alat ini tidak mampu membasmi telur, larva, maupun pupa kutu sehingga tidak cukup untuk mengatasi infestasi secara menyeluruh. Meski begitu, menyisir bulu secara rutin tetap bermanfaat untuk memantau apakah pengobatan yang dilakukan sudah bekerja dengan baik.

5. Lakukan pencegahan secara rutin

Banyak pemilik kucing baru memberikan obat antikutu setelah melihat kutu berkeliaran di bulu hewan peliharaan. Padahal, pencegahan sebaiknya dilakukan sepanjang tahun, terutama pada kucing yang sering bermain di luar rumah atau tinggal di lingkungan dengan risiko paparan kutu yang tinggi.

Pencegahan rutin dinilai jauh lebih efektif dibanding menunggu populasi kutu berkembang biak dan menyebar ke seluruh rumah.

(anm/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK