Saling Balas di Perbatasan, Spanyol Perketat Kedatangan Turis Italia

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 22:20 WIB
Ilustrasi bendera Spanyol. (Efraimstochter/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Spanyol mengumumkan bakal menerapkan pengawasan ketat di perbatasan untuk seluruh penerbangan dan pelayaran kapal yang datang dari Italia.

Langkah pemerintah Spanyol ini diambil di tengah memanasnya sengketa kedua negara tetangga terkait isu imigran ilegal.

Pemeriksaan paspor, kewarganegaraan, hingga visa akan diberlakukan secara ketat bagi seluruh penumpang asal Italia maupun wisatawan dari negara lain yang tiba dari Italia.

Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu (8/8) malam hingga 7 September mendatang sebagai respons atas tekanan migrasi ilegal dari negara tersebut.

Pemerintah Spanyol menegaskan aturan ini diterapkan sebagai balasan atas tindakan Italia yang lebih dulu memberlakukan pengawasan serupa, menyusul insiden gelombang migrasi massal sekitar 72.000 orang di wilayah eksklave Afrika milik Spanyol, Ceuta, pada 30 Juli lalu.

Sebelumnya, pihak Italia menegaskan tidak akan tunduk pada "ultimatum atau pemaksaan" dari Spanyol dan memilih untuk mempertahankan pengawasan perbatasan terhadap kedatangan dari Spanyol setidaknya hingga 15 Agustus.

Melansir VN Express, Spanyol sempat mengancam akan membalas kebijakan Roma tersebut kecuali Italia bersedia mencabut aturan kontrol perbatasannya.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Italia menegaskan baru akan mempertimbangkan kembali keputusannya jika telah dipastikan tidak ada risiko keamanan, ancaman terorisme, maupun gelombang imigran ilegal baru yang bergerak menuju wilayah Eropa.

Ketegangan ini terjadi di tengah lonjakan sektor pariwisata Spanyol. Sebagai destinasi wisata terbesar kedua di dunia setelah Prancis, Spanyol mencatatkan rekor kunjungan hingga 96,8 juta wisatawan mancanegara pada tahun lalu.

Tren positif tersebut terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini. Sepanjang enam bulan pertama 2026, Spanyol telah menyambut 46,57 juta pengunjung internasional, atau melonjak 4,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK