Kebakaran di Sekitar Kita, Ini Cara Melindungi Diri dari Paparan Asap

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 12:00 WIB
Ilustrasi. Asap kebakaran mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan. Ketahui cara melindungi diri dari paparan asap. (Istockphoto/Structuresxx)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Selain kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, kebakaran juga melanda Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Ibu Kota Jakarta.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sekitar lokasi kebakaran berpotensi terpapar asap. Dikutip dari laman Environmental Protection Agency (EPA), asap kebakaran mengandung partikel halus atau PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.

Paparan asap dapat menyebabkan mata, hidung, dan tenggorokan teriritasi, disertai batuk, sesak napas, atau mengi.

Pada orang dengan kondisi tertentu seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asap juga dapat memperburuk gejala dan memicu kekambuhan.

Tak hanya saluran pernapasan, partikel halus dalam asap juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Karena itu, mengurangi paparan menjadi langkah penting, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit paru atau jantung.

Lantas, bagaimana cara melindungi diri dari paparan asap kebakaran?


1. Segera menjauh dari sumber asap

Jika berada di luar saat kebakaran terjadi, segera menjauh dari sumber asap dan cari tempat dengan udara yang lebih bersih. Hindari berdiri atau berkumpul di area yang arah anginnya membawa asap.

2. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Saat udara dipenuhi asap, batasi waktu berada di luar rumah, terutama untuk aktivitas fisik berat seperti olahraga. Semakin lama dan sering terpapar asap, semakin besar pula paparan partikel yang masuk ke tubuh.

Aktivitas fisik membuat kita bernapas lebih cepat dan dalam sehingga lebih banyak udara masuk ke paru-paru. Karena itu, olahraga atau beraktivitas tanpa pelindung di luar ruangan sebaiknya ditunda ketika kualitas udara sedang buruk.

3. Gunakan masker yang tepat

Jika harus keluar rumah saat kondisi berasap, gunakan respirator partikulat seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah. Masker tersebut lebih efektif menyaring partikel halus dibandingkan masker kain atau masker bedah biasa.

4. Jaga udara di dalam rumah

Ditambahkan dari laman School of Public Health Harvard, ketika udara luar dipenuhi asap, segera tutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya polutan. Jika tersedia, gunakan air purifier dengan filter High-Efficiency Particulate Air alias HEPA.

Filter ini memiliki daya saring tinggi yang mampu menangkap minimal 99 persen partikel mikro di udara dalam ruangan.


5. Segera mandi dan ganti baju

Setelah berada di area berasap, segera cuci muka, mandi, keramas, dan ganti pakaian untuk menghilangkan sisa partikel asap yang menempel di tubuh.

6. Tutup celah masuknya asap

Selain menutup pintu dan jendela, periksa celah di sekitar pintu atau jendela yang memungkinkan asap masuk. Gunakan kain atau penyekat untuk membantu mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.


7. Pantau kualitas udara

Jangan hanya mengandalkan jarak dari titik kebakaran atau kondisi langit untuk menentukan apakah udara aman dari asap dan polusi. Pantau informasi kualitas udara atau indeks kualitas udara (AQI) di wilayah masing-masing sebelum beraktivitas di luar.

[Gambas:Video CNN]

(fef)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK