Bakal Terjadi Besok, Ini 5 Mitos Gerhana Matahari di Eropa
Gerhana matahari yang akan terjadi besok, 12 Agustus 2026, menjadi momen langka yang kembali menarik perhatian dunia.
Fenomena ini akan menjadi gerhana matahari total pertama di Eropa sejak 1999, 27 tahun lalu. Jalur gerhana total ini akan melintas Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga Spanyol bagian utara.
Gerhana matahari memang memikat secara visual, tetapi juga memunculkan rasa takut sekaligus kagum sejak zaman dahulu. Tak heran jika banyak budaya melahirkan cerita, legenda, dan kepercayaan seputar gerhana.
Hingga kini, mitos gerhana matahari di Eropa masih sering dibahas karena menunjukkan bagaimana manusia mencoba memahami fenomena langit. Berikut lima mitos yang paling terkenal dan menarik untuk diketahui:
1. Gerhana dianggap tanda kemarahan para dewa di Yunani Kuno
Dalam kepercayaan Yunani Kuno, gerhana matahari sering dipandang sebagai pertanda buruk. Masyarakat saat itu percaya para dewa sedang murka terhadap manusia.
Mengutip BBC Sky at Night Magazine, kata "eclipse" diyakini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "ditinggalkan", seolah-olah matahari meninggalkan bumi dan umat manusia.
Pandangan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kepercayaan terhadap peristiwa alam pada masa itu. Salah satu catatan kuno bahkan menyebut gerhana matahari terjadi pada tahun 647 SM.
2. Bangsa Viking percaya matahari dan bulan dikejar serigala
Salah satu mitos gerhana matahari di Eropa yang paling terkenal juga berasal dari bangsa Viking di wilayah Skandinavia yang kini menjadi Norwegia, Denmark, dan Swedia.
Menurut legenda, dua serigala raksasa bernama Skoll dan Hati terus mengejar matahari serta bulan di langit. Gerhana pun terjadi ketika kedua serigala itu berhasil mendekati mangsanya. Untuk mengusir mereka, para Viking akan membuat suara keras agar serigala menjauh.
3. Di Italia, bunga yang ditanam saat gerhana dipercaya lebih indah
Tak semua mitos gerhana matahari di Eropa selalu buruk dan dianggap sebagai bencana. Di Italia, gerhana justru dianggap sebagai berkah.
Mengutip laman The Weather Network, di Italia ada kepercayaan unik bahwa tanaman yang ditanam saat gerhana matahari akan menghasilkan bunga yang lebih cerah dan berwarna-warni.
4. Gerhana dikaitkan dengan kematian Kaisar Louis di Prancis
Pada abad pertengahan, gerhana matahari juga menimbulkan ketakutan besar di Prancis. Salah satu kisah yang terkenal, yakni kematian Kaisar Louis, putra Charlemagne, setelah menyaksikan gerhana pada 5 Mei tahun 840.
Konon, ia begitu terkejut dan bingung saat langit gelap selama lima menit hingga akhirnya meninggal karena ketakutan.
5. Stonehenge diduga punya kaitan dengan prediksi gerhana
Di Inggris, Stonehenge sering dikaitkan dengan kemampuan kuno dalam membaca gerak benda langit. Sejumlah sejarawan dan astronom percaya, para pembangunnya memahami siklus Bulan dan Matahari.
Struktur batu itu diduga tidak hanya berfungsi sebagai monumen, tetapi juga sebagai alat astronomi sederhana. Beberapa peneliti bahkan menilai Stonehenge bisa membantu memprediksi gerhana.
Itu dia sejumlah mitos gerhana matahari di Eropa. Fenomena ini selalu memicu rasa takjub sekaligus takut. Meski sains modern kini telah menjelaskan penyebab gerhana, mitos-mitos lama tetap penting sebagai bagian dari warisan budaya.
Menjelang gerhana matahari besok, kisah-kisah ini mengingatkan kita bahwa manusia sejak lama selalu berusaha memahami langit dengan cara yang paling sesuai dengan zamannya.
(rti)