Teknologi Kedokteran Nuklir SPECT-CT, Akurat Evaluasi Fungsi Ginjal
Sebagai salah satu organ vital manusia, mengetahui fungsi ginjal diperlukan secara berkala. Pasalnya, ginjal yang tampak normal belum tentu memiliki fungsi menyeluruh,
Pada kondisi tertentu, bisa jadi dibutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti SPECT-CT Scan (Single Photon Emission Computed Tomography-Computed Tomography), yang mampu mengevaluasi fungsi dan kondisi ginjal dalam satu pemeriksaan. Menjadi pilihan bagi pasien yang memerlukan evaluasi fungsi ginjal, teknologi ini baru hadir di kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia.
Dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, SPECT-CT merupakan teknologi pencitraan dalam Kedokteran Nuklir yang menggunakan zat radioaktif (radiofarmaka) dalam dosis sangat kecil dan aman.
"SPECT-CT mampu menunjukkan kondisi ginjal sekaligus menilai fungsi masing-masing ginjal, aliran darah, serta letak dan kondisi kelainan secara lebih akurat. Hal ini penting karena pada beberapa kasus, kedua ginjal dapat terlihat normal pada pemeriksaan pencitraan lain, padahal salah satunya sudah mengalami penurunan fungsi," papar dr. Andreas.
Menurutnya, SPECT-CT umumnya direkomendasikan ketika diperlukan penilaian fungsi dan kondisi ginjal secara bersamaan.
"Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi berbagai kondisi, seperti sumbatan saluran kemih, kelainan bawaan pada ginjal, jaringan parut akibat infeksi saluran kemih berulang, penilaian fungsi ginjal sebelum pengangkatan ginjal, evaluasi setelah transplantasi, serta massa atau tumor ginjal," tambah dr. Andreas.
Pemeriksaan menggunakan SPECT-CT diawali dengan penyuntikan zat radiofarmaka melalui pembuluh darah. Setelah zat mengalir ke ginjal, pasien akan menjalani pemindaian menggunakan SPECT-CT dengan posisi berbaring.
Pancaran radiasi dari radiofarmaka itu akan menghasilkan gambaran fungsi ginjal, detail struktur ginjal, dan jaringan di sekitarnya.
Dr. Andreas menyatakan, SPECT-CT memiliki keunggulan yang sama-sama bermanfaat baik bagi dokter maupun pasien. Dengan hasil pemeriksaan yang dipastikan akurat, penanganan dapat diberikan dokter sesuai kondisi pasien
"Informasi yang lebih lengkap juga membantu mengurangi kebutuhan menjalani pemeriksaan tambahan yang tidak diperlukan, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan dengan lebih cepat dan tepat," ujar dr. Andreas.
Di tengah perkembangan teknologi pencitraan medis, kini tersedia opsi baru akan pemeriksaan kedokteran nuklir. Mayapada Hospital mendukung kesehatan masyarakat dengan menghadirkan teknologi SPECT-CT pada layanan Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).
Layanan ini juga menyediakan teknologi PET-CT Scan untuk diagnosis penyakit, termasuk kanker, dengan kemampuan whole-body imaging, hasil pencitraan lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, dan alur perawatan yang lebih terarah.
Dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center terintegrasi dengan Oncology Center MHJS yang menangani tumor dan kanker, didukung kolaborasi multidisiplin melalui Tumor Board dalam menyusun rencana perawatan, serta pendampingan Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat selama proses pengobatan.
Pemanfaatan teknologi SPECT-CT melengkapi layanan Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital untuk menangani berbagai gangguan pada ginjal dan saluran kemih, mulai deteksi dini, diagnosis, hingga tindakan minimal invasif. Teknologi ini membantu proses skrining, penegakan diagnosis, hingga perencanaan terapi sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Konsultasi dengan dokter terkait kebutuhan pemeriksaan berbasis nuklir di Mayapada Hospital bisa dijadwalkan lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-1715-077, atau aplikasi MyCare. Untuk situasi kegawatdaruratan, hubungi Call Center 150990 atau emergency call button di MyCare.
Aplikasi MyCare juga memuat informasi seputar kesehatan dari dokter-dokter Mayapada Hospital, yakni pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, kebugaran tubuh bisa dipantau melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(rea/rir)