Kemerdekaan Menurut Gen Z dan Gen Alpha, Apa Kata Mereka?

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 08:40 WIB
Makna kemerdekaan bagi gen Z dan gen alpha.
Ilustrasi. Makna kemerdekaan bagi gen Z dan gen alpha. (iStockphoto/Alessandro Biascioli)

Merdeka juga bisa berarti enggak takut lihat saldo

Tidak semua jawaban harus terdengar serius. Caca (26), seorang ibu rumah tangga yang juga generasi Z, punya definisi yang jauh lebih dekat dengan urusan sehari-hari.

"Bisa belanja sepuasnya tanpa lihat saldo. Kayak, ya udah belanja aja. Enggak perlu mikir 'in this economy'," kata Caca sambil tertawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah biaya hidup dan berbagai kebutuhan sehari-hari, kebebasan finansial memang bisa menjadi bentuk kemerdekaan tersendiri. Bisa memenuhi kebutuhan tanpa cemas, menikmati hasil kerja sendiri, dan punya kendali atas uang yang dimiliki.

Kalau dulu bentuk penjajahan yang harus dilawan adalah kekuasaan bangsa asing, generasi sekarang punya 'penjajah' dengan bentuk yang jauh lebih familiar, tagihan, tuntutan pekerjaan, tekanan sosial, dan saldo rekening.

Lalu, bagaimana dengan gen alpha?

Ketika pertanyaan yang sama diberikan kepada Gen Alpha, jawabannya memang tidak muluk-muluk. Bagi Nathan (11), kemerdekaan punya hubungan dengan satu hal yang mungkin terdengar sederhana bagi orang dewasa: kesempatan untuk meraih cita-cita.

"Menurut aku, merdeka itu bisa meraih cita-cita. Jadi, aku bisa punya cita-cita dan berusaha untuk mencapai itu," kata Nathan.

Ada pula anak yang menghubungkan kemerdekaan dengan hak mendapatkan pendidikan. Sebagian lainnya langsung teringat pada upacara bendera dan lomba-lomba Agustusan di sekolah.

Hana (6), memaknai kemerdekaan lewat dua hal yang dekat dengan kesehariannya, mengikuti upacara dan bebas bermain bersama teman.

"Upacara sama bisa main sama teman-teman, bebas main kapanpun," ujar Hana. Bahkan, bagi anak-anak lain, jawabannya bahkan bisa sesederhana makan burger sepuasnya.

Lebih dari delapan dekade setelah Proklamasi, kata merdeka ternyata punya banyak wajah. Mungkin, begitulah kemerdekaan terus tumbuh, diwariskan dari satu generasi, lalu diberi makna baru oleh generasi berikutnya.

(anm/asr)

HALAMAN:
1 2