Bayar Uang Demi Interaksi Bareng Satwa Liar, Turis China Digigit Singa

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 16:00 WIB
Ilustrasi anak singa. (iStockphoto/Ryan Green)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang turis China dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan akibat digigit anak singa saat berkunjung ke sebuah kafe bertema satwa di Phuket, Thailand. Insiden ini langsung memicu inspeksi mendadak dari otoritas setempat.

Mengutip Bangkok Post, Tourist Assistance Center (TAC) menerjunkan tim untuk memeriksa kafe yang berlokasi di Distrik Chalong tersebut pada Selasa (11/8), usai kabar serangan satwa itu viral dan ramai diperbincangkan di media sosial China.

Laporan yang beredar di media sosial menyebutkan turis tersebut digigit saat mengikuti aktivitas berbayar yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dari dekat dengan satwa liar, melansir Thaiger.

Staf kafe dilaporkan sempat mengobati luka korban dengan cairan antiseptik di lokasi. Setelahnya, turis tersebut membayar sendiri biaya suntik vaksin rabies untuk tindakan pencegahan.

Pihak pengelola kafe mengonfirmasi insiden tersebut. Namun, mereka mengklaim peristiwa itu terjadi saat momen Imlek beberapa bulan lalu, jauh sebelum inspeksi dilakukan.

Mereka menyebut luka yang dialami korban hanya berupa goresan ringan dan telah mendapatkan pertolongan pertama, sebagaimana dilaporkan Thai Examiner.

Pemilik kafe mengidentifikasi anak singa yang terlibat dalam insiden tersebut bernama Caesar, serta memastikan seluruh koleksi singa di fasilitasnya telah disuntik vaksin secara rutin.

Meski demikian, pihak kafe tidak dapat menyerahkan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) lantaran data rekaman saat hari kejadian sudah terhapus otomatis.

Otoritas Thailand menegaskan inspeksi digelar guna memverifikasi laporan masyarakat sekaligus mengevaluasi standar keselamatan bagi para wisatawan yang berinteraksi dengan singa.

Petugas menginstruksikan pihak pengelola kafe untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku satwa, mendampingi setiap sesi interaksi secara melekat, serta mematuhi prosedur keselamatan secara ketat.

Di platform Google, kafe ini mengantongi ulasan bintang 3,1. Meski beberapa pengunjung memuji keramahan staf dan pengalaman langka berinteraksi dengan singa bak hewan peliharaan, sebagian pengunjung lainnya mengecam tempat bisnis tersebut atas dugaan penganiayaan satwa atau animal cruelty dan menyerukan aksi boikot.

Di bawah Undang-Undang Konservasi Satwa Liar Thailand, singa masuk dalam kategori satwa liar yang dilindungi dan berada di bawah pengawasan khusus pemerintah.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK