Kronologi Insiden Pesawat Ryanair: Jendela Pecah, Penumpang Tersedot

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 01:01 WIB
Ilustrasi Di Pesawat
Laporan awal NTSB memerinci urutan kejadian penerbangan Ryanair 10 Juli, dari peringatan getaran mesin sampai jendela pecah dan penumpang tersedot. (RyanMcGuire/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penerbangan Ryanair rute Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, baru mengudara kurang dari 10 menit ketika jendela kabin pesawat pecah dan seorang penumpang tersedot sebagian ke luar pada 10 Juli lalu.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) merilis laporan awal insiden itu pada Kamis (13/8), lengkap dengan urutan waktu di kokpit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuh setengah menit setelah lepas landas, pilot menerima peringatan getaran mesin tinggi. Hampir dua menit berikutnya, getaran meningkat signifikan.

Pilot "mendengar dentuman keras" bersamaan dengan terputusnya autopilot, seperti tertulis dalam laporan tersebut, dikutip CNN, Jumat (14/8).

Boeing 737-8AS berusia 18 tahun itu sedang terbang di ketinggian sekitar 16.000 kaki di wilayah udara Yunani saat jendela pecah. Pesawat lalu kembali ke Thessaloniki untuk pendaratan darurat.

Penumpang kursi 11F tersedot

Kepala dan bahu Ljubisa Karovic (61), penumpang di kursi 11F, tersedot ke luar jendela dan mengalami luka serius. Istri korban menuturkan kepada Reuters, sebagaimana diberitakan CNN, bahwa dirinya bersama seorang pramugari menarik Karovic kembali ke dalam pesawat.

NTSB dalam laporannya menyebut penumpang itu "tersangkut sebagian di jendela kabin yang rusak".

Laporan NTSB juga memerinci apa yang terjadi pada mesin.

"Pemeriksaan terhadap pesawat mengungkap bahwa mesin No. 2, model CFM International CFM56-7B26, mengalami terlepasnya bilah kipas yang mengakibatkan serpihan mesin menghantam badan pesawat dan stabilizer horizontal kanan," bunyi laporan itu.

Serpihan merobek logam yang mengelilingi mesin, memecahkan jendela di baris 11, meninggalkan penyok di dekat baris 8, melubangi badan pesawat di bawah sayap, serta menggores bagian ekor.

NTSB menemukan bukti retak lelah pada sisa bilah yang terlepas, yakni keretakan logam bertahap akibat tekanan berulang yang lebih besar dari perkiraan untuk jumlah penerbangan tersebut. Delapan bilah lain berubah bentuk di tepi depan.

Sisa burung berikut bulu turut ditemukan di mesin yang rusak, tetapi belum jelas kapan pesawat terakhir menabrak burung. Empat dugaan tabrakan burung dilaporkan dalam setahun sebelum insiden tanpa ditemukan kerusakan saat itu.

Bilah kipas pesawat baru diperiksa kurang dari tiga pekan sebelum insiden, mengikuti aturan yang lahir setelah kasus serupa pada 2018. Ketika itu bilah kipas Boeing 737 milik Southwest Airlines patah dan menyedot kepala serta badan seorang perempuan ke luar jendela. Penumpang tersebut meninggal akibat trauma benda tumpul.

CNN menyebut CFM-56 sebagai salah satu mesin yang paling banyak dipakai di dunia penerbangan. Mesin itu diproduksi perusahaan patungan Safran Aircraft Engines asal Prancis dan GE Aerospace.

Bantahan bos Ryanair

Temuan NTSB berlawanan dengan pernyataan CEO Ryanair Michael O'Leary dalam paparan kinerja Juli.

"Sejumlah laporan yang lebih sensasional menyebut satu penumpang setengah badannya keluar jendela, kepalanya keluar jendela. Tidak ada seorang pun yang keluar dari jendela mana pun," ucap O'Leary.

NTSB menegur O'Leary lewat surat karena berkomentar saat penyelidikan masih berjalan. Laporan awal belum menetapkan penyebab, sedangkan laporan final yang menentukan penyebab paling mungkin biasanya baru terbit satu sampai dua tahun kemudian.

"Pernyataan publik Tuan O'Leary melanggar (aturan internasional) karena memberikan opini dan analisis atas kecelakaan itu serta mengisyaratkan area yang berpotensi menjadi perhatian dalam penyelidikan yang sedang berjalan," kata Ketua NTSB Jennifer Homendy.

(fea)
placeholder