Pengamat Mode Nilai Tren Fesyen Global Menguntungkan Indonesia

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 17:45 WIB
Pengunjung mengamati karya busana yang dipamerkan dalam ajang Asian Student Fashion Week di Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat mode Lisa Fitria mengemukakan tren-tren fesyen global yang menguntungkan industri fesyen Indonesia, termasuk di antaranya ketertarikan pada produk autentik, pembuatannya membutuhkan keterampilan dan keahlian tinggi.

"Ada beberapa kecenderungan global yang menurut saya sangat menguntungkan Indonesia. Pertama adalah meningkatnya ketertarikan terhadap craftsmanship (kerajinan tangan) dan produk yang memiliki cultural authenticity (keautentikan budaya)," kata Lisa kepada Antara di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Lisa, konsumen produk fesyen global sekarang lebih tertarik pada produk yang memiliki cerita, dibuat dengan keterampilan tangan tinggi, menunjukkan identitas lokal, dan tidak terlihat sebagai produk massal.

Konsumen produk fesyen, ia melanjutkan, juga lebih berminat para produk yang berkualitas, tahan lama, dan dibuat secara beretika.

Kecenderungan itu menghadirkan peluang besar bagi Indonesia, yang memiliki banyak perajin dengan keterampilan luar biasa dan kemampuan menuangkan cerita dalam setiap karya.

Lisa mencontohkan, para perajin di Kudus, Jawa Tengah, sampai sekarang masih membuat bordir Icik menggunakan mesin bordir tradisional.

Di daerah itu, para perajin membuat motif bordir rumit secara presisi dan motif-motif bordir yang dibuat mengandung makna filosofis.

"Itulah kekuatan craftsmanship kita, sehingga luxury atau quiet luxury yang kita sebutnya slow fashion itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia untuk go global," kata Lisa, salah satu Founder Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Menurut dia, saat ini jumlah perajin bordir Icik sudah semakin sedikit. Ia mengemukakan perlunya upaya regenerasi untuk melestarikan seni kerajinan yang berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi tinggi itu.

Lisa mengatakan bahwa tren penggunaan produk fesyen yang dibuat secara berkelanjutan juga menghadirkan peluang bagi Indonesia, yang memiliki banyak sumber material berkelanjutan serta perancang dan pembuat busana terampil.

Lisa mengemukakan bahwa para pelaku industri fesyen di Indonesia juga bisa menikmati keuntungan dari perkembangan tren busana sopan.

Indonesia sebagian besar penduduknya Muslim dan para pelaku usaha fesyennya sudah punya pengalaman panjang dalam membuat busana-busana sopan.

"Itu juga terbukti dari Islamic Global Report, Indonesia menjadi urutan pertama sebagai pusat inovasi dan juga kreativitas dalam hal desain busana Muslim atau busana modest wear," kata Lisa.

Di samping itu, Lisa menyampaikan, kaum muda sekarang meminati busana-busana yang memadukan unsur tradisional dengan modernitas.

Kecenderungan ini bisa mendorong peningkatan penggunaan wastra Indonesia dalam industri fesyen, dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi para perajin kain tradisional di berbagai daerah.

"Jadi, arah perkembangannya bukan sekedar membuat fashion Indonesia untuk pasar internasional, tetapi juga menciptakan global fesyen dengan DNA Indonesia," kata Lisa.

(asr)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Yuk, Napak Tilas Kemerdekaan di 3 Museum Ini

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK