Tren Wisata Berubah, Turis Kini Tinggalkan Destinasi Ramai dan Populer

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Banyak turis mulai tinggalkan wisata yang terlalu ramai. (Sofia Sforza/StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tren wisata mulai berubah. Wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi populer, tetapi juga tempat yang lebih tenang dan menawarkan pengalaman yang autentik serta bermakna.

Berdasarkan sebuah studi, warga Inggris mulai meninggalkan destinasi yang sudah berulang kali mereka kunjungi dan beralih mencari tempat wisata baru yang memberikan pengalaman berbeda.

Penelitian yang dilakukan Tourism Tasmania, melansir Mirror menemukan hampir dua pertiga responden tidak lagi mempertimbangkan untuk mengunjungi destinasi yang sebelumnya sering mereka datangi.

Lebih dari sepertiga responden mengatakan ingin menjelajahi tempat-tempat baru. Sementara itu, satu dari lima responden menilai destinasi yang biasanya mereka kunjungi kini sudah terlalu ramai atau padat.

Tourism Tasmania mengatakan temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan yang lebih luas di kalangan wisatawan Inggris. Mereka mulai mencari perjalanan yang lebih bermakna sekaligus ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat dan tempat yang mereka kunjungi.

Hampir seluruh responden juga menginginkan hubungan yang autentik dengan destinasi pilihan mereka daripada sekadar mengunjungi tempat yang terlalu turistik.

Saat ini, prioritas wisatawan mencakup menyelami budaya lokal, mencicipi makanan dan minuman khas daerah, mempelajari sejarah, hingga mencari pengalaman dan petualangan baru.

Sekitar tiga perempat responden berharap dapat mengunjungi destinasi yang selama ini mereka impikan. Sementara itu, lebih dari dua pertiga responden memilih mencari tempat wisata yang belum banyak dikenal dan berada di luar jalur wisata populer.

Menurut Tourism Tasmania, wisatawan Inggris menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap Tasmania. Dua pertiga responden dalam penelitian tersebut mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi wilayah di Australia itu.

Keindahan alam Tasmania menjadi salah satu daya tarik utama. Hampir setengah responden tertarik berkunjung karena alasan tersebut. Sementara itu, separuh lainnya mengatakan pengalaman menikmati alam dan melihat satwa liar membuat mereka merasa lebih terhubung dengan destinasi yang dikunjungi.

"Meskipun wisatawan Inggris masih menginginkan liburan yang memberi mereka kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan energi, penelitian ini menunjukkan bahwa mereka semakin mencari pengalaman yang memberikan kesan mendalam dan lebih bermakna," kata CEO Tourism Tasmania, Sarah Kingston Clark.

Clark menilai terdapat perubahan dalam cara masyarakat Inggris dan dunia memandang perjalanan. Liburan kini tidak lagi sekadar memenuhi daftar destinasi yang ingin dikunjungi, tetapi juga tentang menikmati ritme perjalanan, terhubung dengan suatu tempat, dan pulang dengan perasaan bahagia setelah mendapatkan pengalaman baru.

"Masyarakat mencari liburan yang terasa autentik dan bermakna, baik dengan menghabiskan waktu bersama penduduk lokal, menyelami budaya, mengenal makanan dan minuman khas, maupun merasakan karakter asli suatu destinasi di luar atraksi terkenal dan tempat-tempat yang masuk dalam daftar wisata populer," tambah Clark.

(dsd/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK