Beban Mental Parenting Tak Ringan, Begini Cara Menguranginya

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasi beban mental parenting agar tak memengaruhi kesehatan fisik, emosi, dan hubungan dalam keluarga. (istockphoto/skynesher)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjadi orang tua bukan cuma soal memberi makan, menidurkan, dan menjaga anak tetap aman. Di balik rutinitas harian itu, ada beban mental parenting yang sering kali tidak terlihat, tetapi sangat melelahkan.

Karena sifatnya yang tersembunyi, banyak orang tua tidak menyadari bahwa mereka sedang menanggung tekanan besar setiap hari. Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasi beban mental ini agar tak memengaruhi kesehatan fisik, emosi, dan hubungan dalam keluarga.

Beban mental parenting acapkali diemban ibu

Dalam parenting, beban mental merujuk pada kerja kognitif dan emosional yang dibutuhkan untuk mengelola rumah tangga dan kebutuhan anak.

Paige Bellenbaum, pendiri The Motherhood Center of New York, mengatakan ini sebagai 'pekerjaan tak terlihat' karena hasilnya tampak, tetapi proses berpikir di baliknya sering tidak disadari orang lain.

"Ini adalah kondisi para ibu dan ayah terus-menerus memikirkan apa yang terjadi saat ini, apa yang perlu terjadi besok, bulan depan, tahun depan," ujar Bellenbaum, seperti dilansir laman Parents.

Tekanan semacam ini dapat memicu stres, kecemasan, kurang tidur, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit kronis. Adapun ibu masih menjadi pihak yang paling banyak memikul beban ini.

Pada studi dalam Archives of Women's Mental Health (Juli 2024), Elizabeth Aviv et al. menemukan para ibu rata-rata menanggung sekitar 73 persen kerja rumah tangga secara kognitif dan 64 persen secara fisik.

Ketimpangan ini bisa berdampak pada kesehatan mental ibu, seperti burnout, stres tinggi, depresi, dan ketidakpuasan dalam hubungan. Meski begitu, beban mental parenting bukan hanya milik ibu.

Para ayah juga bisa merasakannya, terutama karena tekanan sosial yang membuat mereka seolah harus mengambil peran tertentu. Sayangnya, sebagian ayah masih enggan mencari bantuan kesehatan mental karena stigma.

Cara mengurangi beban mental parenting

Ilustrasi. Kelelahan dalam mengasuh anak bisa menimbulkan beban mental parenting pada orang tua. (iStockphoto/directors)

Sebelum memengaruhi kesehatan mental Anda, ada beberapa langkah praktis untuk meringankan tekanan ini. Berikut ini cara yang bisa mulai Anda dilakukan.

1. Abaikan standar parenting yang tak realistis

Banyak orang tua merasa harus selalu hadir, menghibur, mendidik, dan mengawasi anak tanpa henti. Ditambah lagi, media sosial sering membuat orang tua membandingkan diri dengan orang lain. Ingat, standar seperti itu sering kali tidak realistis dan hanya menambah tekanan.

2. Cari support system yang kuat

Komunitas bisa menjadi penopang besar saat beban mental parenting terasa berat. Dukungan dari teman, keluarga, atau kelompok sesama orang tua, bisa membantu kita merasa dipahami dan tidak sendirian.

Saat seseorang merasa didengar dan dianggap serius, beban emosional biasanya terasa lebih ringan.

3. Diskusi dengan pasangan

Jika ada pasangan yang ikut bertanggung jawab atas pengasuhan anak, ajak bicara secara terbuka.

Mengutip Motherly, banyak pasangan tidak benar-benar tahu seberapa besar beban yang ditanggung partnernya, karena sebagian besar pekerjaan mental memang tidak terlihat. Komunikasi yang jujur bisa membantu pembagian tugas jadi lebih adil.

4. Jangan ragu memprioritaskan diri

Orang tua sering lupa kalau dirinya juga butuh istirahat. Kalau Anda harus minta izin hanya untuk ke kamar mandi atau menenangkan diri, itu tandanya Anda terlalu lama menomorduakan kebutuhan pribadi.

Cobalah ubah pola dari 'minta izin' menjadi 'memberi tahu' anggota keluarga lain, agar kebutuhan diri sendiri juga diakui.

5. Otomatiskan kegiatan rutin

Manfaatkan jadwal dan teknologi canggih agar keputusan harian tidak terlalu menguras energi. Misalnya, buat jadwal menu sarapan mingguan, pasang pengingat digital, dan beragam cara lain.

Makin banyak hal yang dibuat otomatis, makin kecil keputusan kecil yang harus dipikirkan terus-menerus. Pastikan anggota keluarga juga menghormati jadwal atau perencanaan yang sudah Anda bikin untuk mereka.

Beban mental parenting memang tidak ringan, tetapi bukan berarti tidak bisa dikurangi. Parenting bukanlah ajang pamer kesempurnaan. Jadi, turunkan ekspektasi dan jangan lupa hargai diri Anda sendiri.

(rti)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK