Bahaya Masukkan Sex Toy Berbaterai ke Bagasi Pesawat
Membawa sex toy saat bepergian mungkin bukan hal yang ingin dibicarakan di depan petugas bandara. Namun, jika perangkat tersebut menggunakan baterai isi ulang, jangan asal memasukkannya ke bagasi pesawat.
Otoritas Penerbangan Sipil Inggris atau Civil Aviation Authority (CAA) menyarankan perangkat berbaterai lithium, termasuk sex toy yang dapat diisi ulang seharusnya dibawa ke dalam kabin.
Imbauan ini berkaitan dengan risiko baterai lithium yang bisa mengalami panas berlebih dan terbakar. Karena itu, penumpang perlu memperhatikan tempat menyimpan perangkat tersebut sebelum naik pesawat.
Seorang otoritas penerbangan mengatakan barang-barang tertentu yang dianggap sensitif justru dianjurkan untuk dibawa dalam bagasi kabin.
"Cerita-cerita horor yang sering beredar, seperti petugas keamanan bandara mengeluarkan dildo dari ransel saat melakukan pemeriksaan tas, adalah situasi yang kami anggap lebih baik dibandingkan benda yang menggunakan baterai lithium masuk ke dalam bagasi tercatat," katanya seperti yang dikutip dari Daily Star.
Meski mungkin terasa memalukan jika barang pribadi terlihat saat pemeriksaan keamanan, kondisi tersebut dinilai lebih aman dibandingkan membiarkan perangkat berbaterai lithium berada di bagasi pesawat.
Bukan cuma soal sex toy
Imbauan ini sebenarnya bukan khusus untuk sex toy. Perangkat tersebut hanya menjadi salah satu contoh barang elektronik yang menggunakan baterai lithium.
Berbagai perangkat sehari-hari seperti ponsel, laptop, tablet, kamera, hingga perangkat elektronik yang bisa diisi ulang juga menggunakan jenis baterai tersebut.
Menurut CAA, baterai lithium yang tidak dikemas dengan benar semakin sering menyebabkan gangguan dalam penerbangan. Jika perangkat berisiko ditemukan di dalam bagasi tercatat, koper bisa harus dikeluarkan dari pesawat sebelum penerbangan dilanjutkan.
Risikonya menjadi lebih serius jika baterai mengalami kebakaran. Dalam kondisi tertentu, pesawat bahkan bisa harus mengubah rute atau melakukan evakuasi.
CAA memperkirakan sekitar 30 juta penumpang akan bepergian dari Inggris selama Juli dan Agustus. Dengan rata-rata setiap penumpang membawa empat perangkat berbaterai lithium, jumlah perangkat yang ikut terbang pun mencapai jutaan.
Jadi, kalau sedang menyiapkan koper untuk liburan, persoalannya bukan hanya memastikan sex toy tidak terlihat. Jika perangkat tersebut menggunakan baterai lithium, tempat menyimpannya juga perlu diperhatikan.
Membawanya ke kabin bisa menjadi pilihan yang lebih aman daripada memasukkannya ke bagasi tercatat.
(anm/mik)