Orang Tua Simak, Ini 7 Cara Membina Hubungan Dekat dengan Anak

CNN Indonesia
Minggu, 30 Agu 2026 09:20 WIB
Ilustrasi. Kedekatan dengan anak tentu tidak serta merta terjadi tanpa proses. Berikut cara membina hubungan dekat anak yang dapat diketahui orang tua. (iStockphoto/Jana Murr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hubungan yang dekat dengan anak menjadi impian bagi semua orang tua. Namun, kedekatan tersebut tentu tidak serta merta terjadi tanpa proses.

Ada cara membina hubungan dekat anak yang dapat dibangun sejak dini. Dengan cara sederhana berikut ini, kedekatan orang tua dan anak pun dapat terjalin.

Anak-anak membutuhkan hubungan dan ikatan yang positif untuk belajar, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Mengutip Triple Parenting, penelitian menunjukkan ikatan yang positif antara orang tua dan anak akan meningkatkan perkembangan psikologis, kognitif dan sosial yang baik.

Selain itu, hal ini juga dapat memengaruhi bagaimana cara anak-anak berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitar mereka.


Cara membina hubungan dekat dengan anak

Membangun hubungan yang kuat dengan anak tidak harus rumit atau mahal. Momen-momen sederhana namun bermakna dapat mempererat hubungan serta membantu anak mengembangkan keterampilan hidup seperti kemampuan mengatur diri sendiri, memecahkan masalah dan rasa percaya diri.

Berikut ini sejumlah cara membina hubungan dekat dengan anak yang bisa orang tua lakukan.

1. Tunjukkan ketertarikan yang tulus

Momen singkat dengan menunjukkan ketertarikan yang tulus dapat membangun koneksi antara orang tua dan anak.

Contohnya, Anda dapat menyempatkan diri atau menghentikan sejenak aktivitas saat anak menghampiri Anda untuk memperlihatkan atau menceritakan sesuatu. Berikan perhatian penuh kepada mereka dan tunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap yang mereka sampaikan.

Momen kecil tersebut sangat berarti untuk anak. Hal tersebut membuat mereka merasa dihargai dan tahu bahwa Anda ada untuk mereka saat dibutuhkan.


2. Bermain bersama

Bermain membantu anak-anak mengenal dunia, memecahkan masalah, mengeksplorasi kreativitas, melatih berbagai situasi, serta mengelola emosi mereka. Bermain juga menjadi faktor pelindung terhadap stres.

Contoh, sisihkan waktu singkat untuk melakukan satu aktivitas yang sama-sama Anda nikmati. Jika Anda menyukai seni, cobalah melukis atau menggambar bersama. Jika Anda gemar berolahraga, cobalah bermain bola bersama. 

Anda juga dapat membuat perjalanan mengantar ke sekolah menjadi hal yang menyenangkan dengan cara bernyanyi bersama, menciptakan permainan seru, bercerita atau melontarkan sedikit candaan. Interaksi yang penuh keceriaan dapat membangun ikatan yang kuat sekaligus menyampaikan pesan positif untuk anak.

3. Beri dukungan emosional, kasih sayang dan kehangatan

Sentuhan fisik seperti pelukan dapat memberikan dampak yang sangat berarti. Memperhatikan saat segala sesuatunya berjalan lancer dan memuji usaha mereka dapat membantu mereka merasa dihargai dan aman.

Salah satu yang terpenting adalah bagaimana cara Anda menanggapi emosi mereka. Misalnya saat anak merasa kewalahan, marah, kesal atau cemas, itulah saat-saat mereka sangat membutuhkan kita untuk tetap tenang dan peka secara emosional.

4. Membuat rutinitas sehari-hari

Rutinitas keluarga dapat membantu untuk segala sesuatunya tetap teratur dan berjalan lancar.

Anda dapat melibatkan keluarga dalam Menyusun rutinitas ini agar setiap anggota merasa dilibatkan dalam prosesnya. Hal-hal sederhana seperti menyiapkan keperluan untuk hari esok atau mengajak anak-anak membantu merapikan rumah.

Kebiasaan tersebut dapat membawa perubahan berarti dalam menciptakan suasana yang tenang serta mendorong interaksi yang positif.

5. Rencanakan waktu khusus

Ditambahkan oleh Raising Children Network, Anda bisa merencanakan waktu khusus berdua saja dengan anak secara rutin. Jika memiliki lebih dari satu anak, cobalah untuk berbagai waktu khusus secara bergantian untuk mereka.

Anda dapat memanfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin.

6. Ciptakan kegiatan bersama baru

Untuk Anda yang memiliki anak beranjak dewasa, akan banyak perubahan yang terjadi termasuk bagaimana cara menghabiskan waktu bersama, dikutip dari Parents.

Anak yang beranjak dewasa akan lebih sedikit memiliki waktu untuk bertemu di rumah. Sehingga momen menghabiskan waktu bersama harus direncanakan secara khusus.

Untuk itu, buatlah tradisi baru yang dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta menjaganya tetap bermakna dan harmonis. Misalnya, lakukan hobi bersama, perjalanan tahunan, makan malam keluarga yang rutin dilakukan seminggu sekali.

7. Hargai pilihan anak

Saat anak beranjak dewasa, orang tua harus berupaya semaksimal mungkin untuk tidak melakukan intervensi. Hal ini terkadang sulit dilakukan karena anak bisa saja mengambil keputusan yang kurang bijak.

Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua pada tahap ini adalah menghargai kemandirian mereka. Jika Anda melihat anak mengambil pilihan yang kurang bijak, tanyakanlah padanya apakah perlu diberikan saran atau tidak sebelum mengkritiknya.

Demikian cara membina hubungan dekat anak yang bisa orang tua lakukan.

(glo/fef)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK