Purwacarita Borobudur Bisa Tarik Wisatawan Datang Langsung ke Candi

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 21:00 WIB
Pengunjung melihat pameran imersif Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Pengunjung melihat pameran imersif Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun, wisatawan yang berkunjung biasanya hanya berfokus untuk mengabadikan gambar dibandingkan memahami makna candi tersebut.

Hal ini menjadi salah satu alasan Galeri Indonesia Kaya menghadirkan Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman imersif tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal sejarah Borobudur sekaligus mendorong ketertarikan untuk berkunjung langsung ke candi Buddha terbesar di dunia.

"Masih banyak masyarakat yang datang ke Borobudur dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berfoto, tetapi belum mengetahui cerita di balik penciptaan maupun relief-relief yang ada di candi tersebut," tutur Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, dalam konferensi pers pada Selasa (1/9) di West Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Itulah mengapa Purwacarita Borobudur menghadirkan sejarah dengan cara yang lebih kekinian untuk menarik minat masyarakat.

Sejarah tidak hanya disampaikan melalui tulisan atau penjelasan, tetapi dikemas menggunakan teknologi digital, proyeksi visual, video, teater imersif, hingga interaksi menggunakan sensor gerak. Pengalaman tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang belum pernah mengunjungi Borobudur.

Sebelum melakukan perjalanan ke Magelang, wisatawan dapat terlebih dahulu mengenal asal-usul pembangunan candi, tokoh-tokoh yang berkaitan dengan Borobudur, kisah pada relief, hingga lingkungan di sekitar candi melalui pengalaman imersif ini.

Dengan mengetahui cerita di balik Borobudur, pengunjung diharapkan tidak hanya melihat candi sebagai tempat untuk berfoto, tetapi juga tumbuh rasa ingin tahu dan tertarik melihat langsung bangunan dan relief di Borobudur.

Ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi Candi Borobudur secara langsung tentunya juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan candi.

Di Purwacarita Borobudur sendiri, terdapat delapan pengalaman yang dapat dijelajahi. Pertama, ada Sapa Borobudur yang menjadi pengantar untuk mengenal lanskap dan latar zaman ketika Borobudur berdiri.

Selanjutnya, Karmavibhangga dan Avadanayang menghadirkan kisah dari dua relief melalui teater imersif. Kemudian, Batu Carita yang mengajak pengunjung berinteraksi dengan empat tokoh, yaitu Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.

Kemudian Mandala akan membawa pengunjung mengenal rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.

Pengunjung juga dapat mencoba Jelajah Borobudur, Buku Carita, Harmoni Borobudur, serta melihat Asal Mula Borobudur The Movie di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Pengalaman tersebut membawa berbagai kisah Borobudur melalui visual, cerita, dan interaksi, sehingga sejarah terasa lebih mudah untuk dijelajahi.

Seniman tampil dalam pameran imersif Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9/2026).Seniman tampil dalam pameran imersif Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Purwacarita Borobudur dikembangkan dengan pendekatan ethical AI, serta dibuat berdasarkan riset fakta sejarah untuk memberikan cerita yang akurat.

Adapun narasi serta elemen visualnya melalui proses validasi akademik oleh Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dan Museum dan Cagar Budaya.

Purwacarita Borobudur hadir mulai 1 September 2026 hingga bulan Desember mendatang di Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia lantai 8, Jakarta Pusat, dan dapat dinikmati secara gratis.

Kehadirannya diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman wisata edukasi di Jakarta, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Borobudur kepada lebih banyak masyarakat.

Candi Borobudur bersama Candi Pawon dan Candi Mendut yang merupakan bagian dari Borobudur Temple Compounds, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jadi, Purwacarita Borobudur bukan sekadar membawa Borobudur ke Jakarta. Pengalaman ini diharapkan menjadi jembatan agar masyarakat mengenal cerita di balik kemegahan candi, kemudian tertarik mengunjunginya langsung dan menggerakkan pariwisata di kawasan Borobudur.

(dsd/rti)