CATATAN PERJALANAN

Menemukan Tenang di Antara Riuh Canggu

Fersita Felicia Facette | CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 16:00 WIB

Translate this article

Canggu dikenal sebagai kawasan yang ramai dan kehidupan malamnya. Namun, ada sisi lain yang tenang yang bisa ditemukan.
Canggu dikenal sebagai kawasan yang ramai dan kehidupan malamnya. Namun, ada sisi lain yang tenang yang bisa ditemukan di wilayah pesisir barat daya Bali ini. (Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lima belas tahun lalu, ketika terakhir kali menginjakkan kaki di Bali, Canggu belum menjadi nama yang muncul di kepala ketika membicarakan pulau ini. Setidaknya, bukan di kepala saya.

Kala itu, Bali identik dengan Kuta, Sanur, atau Ubud. Canggu terasa seperti sudut pesisir yang jauh dari hiruk-pikuk destinasi utama.

Waktu rupanya mengubah banyak hal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya pun kembali ke Pulau Dewata pada awal September 2026 atas undangan Holiday Inn Resort Bali Canggu. Resor ini berlokasi di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Bali. Saya mendapati kawasan ini sudah menjelma jadi tempat yang berbeda.

Jalan-jalannya sesak oleh lalu-lalang kendaraan bermotor. Kafe dan coffee shop berdiri rapat di sepanjang jalan. Pun restoran, butik, hingga beach club modern berjejer seolah tak habis untuk dijelajahi.

Turis dari berbagai negara berjalan kaki dengan pakaian santai ala pantai. Para digital nomad betah nongkrong berjam-jam di depan laptop.

Jelang sore, lalu lintas kian padat. Saat malam datang, barulah terasa seperti Canggu baru benar-benar hidup.

Di beberapa titik, musik mulai terdengar dari balik pintu restoran dan bar. Lampu-lampu menyala, orang-orang berlalu-lalang.

Namun, di balik geliat itu, Canggu masih menyimpan pesona pesisirnya. Pantai-pantai dengan pasir yang terhampar luas masih menjadi tujuan peselancar. Ombak datang menggulung tinggi, angin laut bertiup kencang, dan layang-layang menghiasi langit senja.

Canggu seakan punya dua sisi. Riuhnya terus sejak pagi hingga malam, tetapi di sela itu, ada ruang untuk mengambil napas.


Jeda di jantung Canggu

Resor bintang lima ini seperti menawarkan pengalaman yang kontras dengan hiruk-pikuk Canggu yang saya rasakan di luar. Begitu masuk area resor, keramaian seolah tertinggal di luar.

Elemen kayu mendominasi berbagai sudut, berpadu dengan sentuhan seni khas Bali dan ornamen bertema selancar serta laut. Kesan pertama yang muncul adalah hangat.

Bukan karena cuaca Bali akrab dengan matahari, melainkan suasana yang terasa tenang dan nyaman. Detail tersebut yang membuat bangunan modern yang baru dibuka pada akhir 2023 ini tidak terasa 'dingin'.

Holiday Inn Resort Bali CangguHoliday Inn Resort Bali Canggu (Foto: Tangkapan layar web canggu.holidayinnresorts.com)

General Manager Holiday Inn Resort Bali Canggu by IHG, Ankit Airon, mengatakan resort ini memiliki karakter tersendiri dibandingkan properti Holiday Inn Resort lainnya di Bali.

Selain dari segi desain, yang menjadi andalan resort ini adalah Roomah, restoran utama yang mengusung konsep semi-buffet dengan pilihan menu nusantara sekaligus internasional.

Tamu bisa memilih dari deretan hidangan buffet, sementara beberapa menu lain disajikan secara à la carte langsung dari dapur.

"Chef kami menciptakan pengalaman makan yang sayang untuk dilewatkan. Hampir semua sajian di sini dibuat sendiri dari nol, termasuk sourdough dan makanan lain yang diracik langsung di dapur dengan bahan-bahan pilihan," ujarnya.

Holiday Inn Resort Bali Canggu menjadi salah satu dari lima Holiday Inn Resort yang ada di Indonesia. Tiga di antaranya berada di Bali, yakni di Canggu, Nusa Dua, dan Baruna, sementara dua lainnya berada di Batam dan Bintan.

Namun, masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Terutama di Canggu, identitas itu terasa kuat lewat perpaduan desain modern dengan unsur kayu dan sentuhan budaya Bali.

Saya berkesempatan menempati kamar suite dengan pemandangan Samudra Hindia dan kawasan Pantai Batu Bolong. Dari balkon kamar, laut menjadi pemandangan utama yang sulit untuk diabaikan.


Sebelum Canggu 'terbangun'

Holiday Inn Resort Bali CangguHoliday Inn Resort Bali Canggu Foto: Tangkapan layar web canggu.holidayinnresorts.com

Pagi kedua di Canggu menjadi salah satu momen yang paling membekas. Sekitar pukul 04.30 WITA saya bangun. Langit masih gelap ketika saya membuka tirai dan pintu balkon.

Perlahan, mata mulai terbiasa dengan pemandangan di depan. Laut dan langit tampak seperti menyatu, dipisahkan oleh garis tipis di kejauhan.

Terdengar dengan jelas di telinga hanya ada cicit burung, sesekali suara tokek, dan debur ombak yang datang bergantian.

Tanpa suara musik, tanpa deru kendaraan. Saya duduk cukup lama sampai langit perlahan terang.

Barangkali tak ada yang istimewa dari pagi itu. Namun, justru itu yang membuat pagi saya kala itu terasa berbeda. Sebab di Jakarta, pagi hampir sulit dinikmati.


Menempa sabar dari sebuah perak

wisata di Canggu, BaliProses peleburan biji perak sebagai tahap awal pembuatan perhiasan. (CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)

Ketenangan yang saya dapatkan selama perjalanan ini nyatanya tak selalu hadir ketika berdiam diri. Melainkan dapat muncul ketika tangan mulai bekerja.

Saya mengikuti kelas membuat perhiasan perak di kawasan Brawa, tak jauh dari tempat menginap. Saya bertemu dengan Wayan Ino, pengrajin yang telah menekuni pekerjaannya selama sekitar 23 tahun.

Sehari-hari bekerja di ibu kota, saya tak pernah membayangkan akan duduk dan membuat cincin sendiri. Prosesnya jauh lebih rumit daripada yang saya kira.

Biji perak dilebur, kemudian material cair dipadatkan kembali menjadi ingot, lalu ditempa, dibentuk, hingga dipoles.

Saya menyadari satu hal. Selama ini, kita begitu terbiasa melihat sesuatu dalam bentuk akhir. Seperti cincin, tinggal beli lalu pakai. Padahal, di balik benda kecil itu, ada waktu, keterampilan, kesabaran, dan sentuhan tangan manusia.

"Saya sudah merasa sejak sekitar 2005, kehadiran mesin dan produk murah yang diproduksi massal membuat pembuatan manual makin sulit," ujarnya.

Katanya, sekarang barang bisa dibuat lebih cepat dan lebih murah. Tapi ada satu yang sulit digantikan, itulah rasa seni yang lahir dari tangan.


Baca halaman selanjutnya...

Menemukan Tenang di Antara Riuh Canggu BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2