CATATAN PERJALANAN

Menemukan Tenang di Antara Riuh Canggu

Fersita Felicia Facette | CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 16:00 WIB

Translate this article

Canggu dikenal sebagai kawasan yang ramai dan kehidupan malamnya. Namun, ada sisi lain yang tenang yang bisa ditemukan.
Canggu dikenal sebagai kawasan yang ramai dan kehidupan malamnya. Namun, ada sisi lain yang tenang yang bisa ditemukan di wilayah pesisir barat daya Bali ini. (Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)

Sejenak mendengarkan tubuh

Pengalaman lain datang dalam bentuk yang bahkan belum pernah saya coba sebelumnya. Bahkan mendengar saja tidak. "Apa itu chakra balancing?" batinku.

Di kamar, seorang healer berpakaian adat madya datang. Ia memulai sesi dengan menghitung serta mengidentifikasi chakra berdasarkan tanggal dan tahun kelahiran. Dari sana, ia menjelaskan chakra mana dari saya yang dianggap dominan.

"Chakra itu adalah pusat energi yang ada di dalam tubuh kita (manusia). Setiap orang punya main chakra," kata Mbok Ika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi stres dan pengalaman emosional lain dapat mengganggu keseimbangan chakra. Makanya, chakra balancing dilakukan untuk membantu mengembalikan keseimbangan energi, sekaligus pemulihan pada tubuh dan pikiran.

Saya memulai sesi itu dengan penasaran. Tak lama, mata kemudian ditutup dengan kain. Dalam posisi berbaring, indera saya perlahan menjadi lebih peka pada suara dan sensasi yang hadir di tubuh.

Terdengar pelan mantra yang dirapalkan. Ada sentuhan ringan dari batu-batu kecil yang diletakkan di tubuh saya. Lalu, dengung singing bowl berbahan kuningan terasa bergetar di telinga saya.

Entah bagaimana sesi itu membuat rileks. Ternyata ketika mata tertutup, kita lebih mudah menyadari suara-suara dan vibrasi kecil yang biasanya luput dari perhatian.

Kala yoga mengajarkan cara melambat

wisata di Canggu, Baliwisata di Canggu, Bali Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette

Hari terakhir dimulai dengan flow yoga di rooftop deck. Pagi itu, sekitar 10 peserta yang seluruhnya merupakan tamu resort mengikuti kelas bersama seorang instruktur.

Lagi-lagi, sebagai pemula saya datang dengan anggapan yoga tidak akan terlalu sulit. Ternyata salah.

Mengatur napas sambil menyelaraskannya dengan gerakan tubuh membutuhkan konsentrasi tersendiri. Gerakannya memang perlahan, tetapi justru karena itu saya lebih menyadari setiap rasa bagian tubuh.

Instruktur yoga hari itu menjelaskan bahwa sesi dirancang agar cukup ramah bagi pemula.

"Gerakannya relatif sederhana dengan jeda yang tidak terlalu panjang, tetapi tetap membantu melatih fleksibilitas, kelenturan, dan kekuatan tubuh," kata Hurip di akhir sesi.

Ada satu hal yang paling saya rasakan dari pengalaman yoga pertama itu. Ternyata, melambat juga membutuhkan latihan.

Kita terbiasa bergerak cepat, berpikir cepat, bahkan kadang bernapas tanpa benar-benar menyadarinya. Yoga membuat saya menyadari sejenak hal-hal yang biasanya terjadi secara otomatis.

Di rooftop, dengan langit Bali di atas kepala dan laut yang terbentang lekat dari pandangan, latihan itu terasa seperti penutup yang pas.


Menemukan tenang dengan cara sendiri

Canggu mungkin tetap akan menjadi Canggu yang ramai. Jalanan, kafe, dan beach club penuh wisatawan, serta jedag-jedug musik remix akan terus menjadi bagian dari kawasan ini.

Namun, perjalanan kali ini menyadarkan saya bahwa sebuah tempat tak selalu hanya punya satu wajah. Canggu yang saya temui bukan hanya tentang keramaian.

Ada pagi yang masih sunyi. Ada tangan yang sibuk membentuk perak. Ada mata yang ditutup untuk mendengarkan tubuh sendiri. Ada napas yang diselaraskan bersama gerakan yoga.

Mungkin, menemukan tenang tak selalu berarti pergi ke tempat yang benar-benar sunyi. Kadang, ketenangan justru ditemukan ketika kita bisa menciptakannya.

Dan di Canggu, saya menemukan tenang itu. Bukan jauh dari keramaian, melainkan tepat di antaranya.

(fef)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2