Sebelum Treatment Estetika, Pastikan Sejumlah Hal Ini Aman
Perkembangan industri estetika medis di Indonesia membuat masyarakat kini semakin memiliki banyak pilihan perawatan. Namun, di balik beragam teknologi dan prosedur yang ditawarkan, aspek keselamatan pasien tetap perlu menjadi perhatian utama.
Pasien tidak hanya perlu mempertimbangkan hasil yang ingin dicapai dari sebuah perawatan estetika. Legalitas perangkat, keaslian alat, kompetensi tenaga kesehatan, hingga keamanan fasilitas juga perlu diperhatikan sebelum menjalani treatment.
Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Eka Purnamasari mengatakan setiap perangkat yang digunakan dalam layanan estetika harus memenuhi aspek legalitas, keamanan, dan mutu.
"Keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan estetika. Karena itu, masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan bahwa perangkat yang digunakan memenuhi ketentuan legalitas, keamanan, mutu, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Eka dalam program edukasi Know Before You Glow yang digelar PT Regenesis Indonesia dalam rangka Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Selasa (22/9).
Menurut Eka, penggunaan teknologi dalam layanan estetika medis perlu diikuti dengan penguatan pengawasan alat kesehatan. Masyarakat juga perlu memahami pentingnya memilih layanan yang aman dan sesuai dengan ketentuan.
Perkembangan industri estetika medis dalam beberapa tahun terakhir memang menghadirkan semakin banyak pilihan perawatan bagi masyarakat. Namun, meningkatnya permintaan juga diikuti tantangan, salah satunya peredaran perangkat yang tidak jelas legalitas, keaslian, maupun sumber distribusinya.
Direktur PT Regenesis Indonesia Emmy Noviawati mengatakan edukasi kepada pasien menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran sebelum seseorang menjalani prosedur estetika. Menurut dia, masyarakat perlu memiliki informasi yang cukup agar dapat mengambil keputusan dengan lebih bijak.
"Melalui program edukasi Know Before You Glow, masyarakat diajak untuk tidak hanya bertanya 'perawatan apa yang paling bagus?', tetapi juga memahami siapa yang melakukan perawatan, di mana perawatan dilakukan, perawatan apa yang diberikan, perangkat apa yang digunakan, serta bagaimana memastikan keamanan dan legalitasnya," kata Emmy.
Ia menjelaskan, keputusan menjalani perawatan estetika tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir. Keamanan proses, kompetensi tenaga kesehatan, serta kualitas perangkat yang digunakan juga perlu menjadi pertimbangan.
Pasien perlu lebih kritis
Dari sisi profesi medis, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Hanny Nilasari menilai pasien memiliki peran penting dalam memastikan tindakan estetika dilakukan secara tepat.
Melalui edukasi bertajuk 'Menjadi Pasien yang Bijak dan Cerdas di Era Estetika Modern', Hanny mengingatkan agar pemilihan perawatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien, bukan semata-mata karena mengikuti tren atau promosi.
Dalam layanan estetika medis, proses penilaian kondisi pasien menjadi salah satu tahapan penting. Dokter perlu memahami kondisi dan kebutuhan pasien sebelum menentukan tindakan yang sesuai. Komunikasi antara dokter dan pasien, pemberian persetujuan setelah mendapat informasi yang cukup, kompetensi tenaga kesehatan, serta penggunaan perangkat yang sesuai juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien.
Karena itu, pasien sebaiknya tidak ragu bertanya sebelum menjalani perawatan. Mulai dari siapa tenaga kesehatan yang melakukan tindakan, prosedur yang akan dijalani, manfaat dan risikonya, hingga perangkat yang digunakan.
Selain edukasi kepada masyarakat, Regenesis memperkenalkan Program Keaslian Regenesis sebagai upaya meningkatkan transparansi mengenai keaslian perangkat perawatan.
Corporate Brand Manager Regenesis Indonesia Gita Yohanna Thomdean mengatakan program tersebut memungkinkan pasien dan klinik melakukan verifikasi perangkat melalui kode batang yang tersedia pada mesin perawatan.
"Keaslian bukan sekadar persoalan melindungi sebuah merek, tetapi juga menjaga kepercayaan dokter, klinik, dan pada akhirnya keselamatan pasien," ujar Gita.
Menurut dia, penggunaan perangkat yang autentik dan berasal dari jalur distribusi resmi merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasien sekaligus mendukung perkembangan industri estetika medis yang lebih bertanggung jawab.
Melalui kampanye Know Before You Glow, masyarakat didorong untuk lebih memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih perawatan estetika. Hal itu mencakup tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, prosedur yang dilakukan, hingga perangkat yang digunakan.
Keputusan menjalani perawatan estetika bukan hanya soal mengejar hasil yang diinginkan. Memastikan prosedur dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, di fasilitas yang sesuai, menggunakan perangkat yang legal dan aman, juga menjadi bagian penting dari perlindungan pasien.
Kolaborasi antara regulator, organisasi profesi, industri, klinik, dan masyarakat pun diperlukan untuk memperkuat budaya keselamatan pasien seiring dengan berkembangnya industri estetika medis di Indonesia.
(tis/tis)