Ini Beda Kelelahan Mental dan Kelelahan Emosional, Cek Solusinya
Sebagian orang merasa tidak menemukan solusi atas rasa lelah mereka karena tidak tahu kelelahan apa yang dialami. Berikut beda kelelahan emosional dan kelelahan mental beserta cara mengatasinya.
Kamu lelah? Cek dulu lelah apa yang kamu alami. Kelelahan fisik dapat diatasi dengan istirahat cukup dan memberikan tubuh sumber energi yang layak.
Akan tetapi, kelelahan mental dan kelelahan emosional tidak bisa diatasi dengan istirahat saja. Keduanya berbeda sehingga perlu penanganan berbeda.
Beda kelelahan mental dan kelelahan emosional
Sebagian orang masih menganggap kelelahan mental dan kelelahan emosional sama. Padahal keduanya berbeda sehingga perlu cara penanganan yang berbeda.
Kelelahan mental
Kelelahan mental berarti kondisi lelah yang disebabkan pikiran yang terus fokus dalam waktu lama atau mengerjakan sesuatu yang perlu upaya mental yang intens.
Kelelahan mental biasanya terjadi karena multitasking, tumpukan tanggung jawab dalam pekerjaan atau mengurus anak, juga kesibukan mengurus lansia.
Kelelahan mental ditandai dengan beberapa gejala sebagai berikut.
- Sulit konsenstrasi
- Kemampuan untuk menyelesaikan masalah menurun
- Kesulitan mengambil keputusan
- Motivasi drop
- Perhatian gampang teralihkan
- Gampang marah
- Terlalu banyak cemas
- Tubuh mudah pegal atau nyeri
Melansir dari WebMD, atasi kelelahan mental dengan cara antara lain:
1. Ambil jeda
tidak ada waktu istirahat yang tepat buat semua orang. Namun coba sisihkan beberapa menit setiap 1-2 jam bekerja atau melakukan sesuatu yang perlu energi mental yang besar.
Beberapa orang suka menggunakan teknik Pomodoro. Teknik ini mengatur waktu mengerjakan tugas dan jeda istirahat. Umumnya waktu bekerja selama 25 menit, lalu istirahat selama lima menit.
2. Bergerak
Olahraga di jam istirahat terbukti membuat tubuh lebih berenergi. Kamu bisa melakukan peregangan, jumping jack, atau jalan kaki selama 10-15 menit.
3. Temukan cara untuk bersantai
Kamu mungkin tidak bisa sepenuhnya menghindari kelelahan mental. Namun kamu bisa melakukan beberapa cara untuk bisa rileks seperti, meditasi, yoga, menonton film, atau mendengarkan musik favorit.
Kelelahan emosional
Kelelahan emosional merupakan kondisi kehabisan tenaga secara emosional akibat akumulasi stres kehidupan pribadi, pekerjaan, atau kombinasi keduanya.
Orang yang kelelahan secara emosional merasa tidak punya kendali atas hidupnya. Mereka mungkin merasa 'terjebak' dalam situasi.
Melansir Healthline, umumnya pemicu kelelahan emosional seperti, pekerjaan dengan tekanan tinggi (dokter, guru, perawat, sedang menempuh pendidikan yang intens, jam kerja panjang atau melakukan pekerjaan yang tidak disukai, masalah keuangan, kematian anggota keluarga, atau merawat orang terkasih yang sakit.
Tanda kelelahan emosional seperti sikap apatis, mudah marah, merasa terasing dari orang lain atau emosi sendiri, dan perasaan tidak berdaya atau putus asa.
Kelelahan mental dapat ditangani dengan beberapa cara sebagai berikut.
1. Eliminasi pemicu stres
Meski tidak selalu bisa dilakukan, coba upayakan untuk mengeliminasi sumber stres dan kelelahan emosional.
Lingkungan kerja bikin lelah emosional? Saatnya kamu menyediakan waktu untuk cuti atau mengambil jeda dari jadwal pekerjaan yang padat.
2. Konsumsi makanan sehat
Pola makan yang sehat berdampak positif terutama buat yang sedang mengalami stres. Asupan makanan tinggi nutrisi akan memperbaiki kondisi tubuh, kualitas tidur, tingkat energi sehingga berdampak pada kondisi emosional.
3. Olahraga
Aktivitas fisik dapat meningkatkan endorfin dan serotonin. Olahraga dapat membantu mengalihkan pikiran dari berbagai masalah. Setidaknya sisihkan waktu selama 30 menit per sesi olahraga.
4. Tidur yang cukup
Tidur sangat penting untuk kesehatan mental. Orang dewasa setidaknya tidur selama 7-9 jam per malam. Tetapkan rutinitas jelang tidur yang memicu perasaan rileks dan setop konsumsi kafein jelang jam tidur.
(els)