Dokter Beberkan Penyebab Cedera Hamstring Sering Menimpa Pesepak Bola

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 11:45 WIB
(Foto: dok Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cedera pemain kerap menjadi perhatian saat turnamen besar sepak bola, seperti Piala Dunia 2026 yang baru saja usai, karena berdampak langsung pada performa tim. Salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami atlet di lapangan adalah cedera hamstring.

Cedera ini terjadi pada otot bagian belakang paha yang berperan penting dalam gerakan eksplosif seperti berlari cepat, melompat, berubah arah, hingga menendang.

Meski identik dengan pemain sepak bola, cedera hamstring sebenarnya dapat dialami siapa saja yang aktif berolahraga. Tingginya intensitas aktivitas olahraga membuat area ini menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami cedera.

Dokter Mayapada Hospital Surabaya, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, menjelaskan cedera hamstring umumnya terjadi ketika beban yang diterima otot melebihi kapasitasnya.

"Cedera hamstring umumnya terjadi ketika otot menerima beban yang melebihi kapasitasnya, terutama saat seseorang melakukan sprint, perubahan arah secara cepat, atau gerakan dengan tenaga besar dalam waktu singkat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9).

Ia menambahkan, risiko cedera dapat meningkat apabila kondisi otot tidak optimal, mengalami kelelahan, atau terdapat ketidakseimbangan kekuatan dan fleksibilitas otot.

Keluhan yang paling sering muncul adalah nyeri mendadak di bagian belakang paha saat berlari, menendang, atau melakukan perubahan arah secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan gerak dan mengganggu performa pemain di lapangan.

Pada cedera hamstring ringan, pertolongan awal dapat dilakukan dengan metode PRICE, yakni melindungi area cedera (Protect), mengistirahatkannya (Rest), memberikan kompres dingin (Ice), menggunakan perban elastis untuk mengontrol pembengkakan (Compression), serta memosisikan area tersebut lebih tinggi saat beristirahat (Elevation).

Dokter Mayapada Hospital Bandung, dr. Alvin Wiharja, menyebut penanganan nyeri yang tepat serta latihan kekuatan otot berperan penting dalam proses pemulihan.

"Manajemen nyeri yang tepat dan latihan kekuatan otot berperan penting untuk membantu mengurangi risiko cedera berulang (overuse injury) serta mendukung seseorang kembali beraktivitas secara optimal," kata dia.

Ia menjelaskan, meski keluhan awal dapat mereda dengan penanganan nyeri, penguatan otot hamstring tetap perlu dilakukan secara baik, benar, teratur, dan terukur untuk mengembalikan fungsi serta performa otot pascacedera.

Selain penanganan yang tepat, upaya pencegahan turut berperan penting untuk mengurangi risiko cedera hamstring. Dokter Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, menyoroti sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

"Pencegahan cedera hamstring tidak hanya bergantung pada pemanasan sebelum berolahraga. Kondisi kebugaran, keseimbangan kekuatan otot, pola latihan, hingga kualitas pemulihan juga perlu diperhatikan," imbuhnya.

Ia menambahkan, melalui evaluasi yang tepat, faktor risiko cedera dapat diidentifikasi lebih dini sehingga program latihan dan pencegahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Pendekatan preventif tersebut menjadi dasar pengelolaan kesehatan olahraga modern yang tidak hanya berfokus pada penanganan cedera, tetapi juga identifikasi risiko dan optimalisasi performa sejak dini.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terintegrasi dengan Orthopedic Center.

Layanan ini mencakup medical check-up olahraga (sports medical check-up), skrining kesehatan dan kebugaran, pencegahan cedera, rehabilitasi, hingga program peningkatan performa olahraga sesuai kebutuhan individu.

SITPEC didukung tim dokter multidisiplin berpengalaman serta fasilitas penunjang seperti gym, Body Composition Analysis, dan pemeriksaan VO₂ Max. Fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat maupun atlet berolahraga secara lebih aman, optimal, dan terukur.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau Emergency Call 150990. Layanan darurat itu juga dapat diakses melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare.

Selain itu, pengguna aplikasi MyCare dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga indeks massa tubuh (BMI).

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK