Fisioterapi Bantu Pulihkan Tubuh dan Cegah Cedera
Fisioterapi kerap dikaitkan dengan pemulihan setelah cedera. Padahal, layanan ini memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari membantu mengembalikan fungsi tubuh, menjaga kemampuan bergerak, mencegah cedera, hingga mendukung seseorang menjalani aktivitas secara optimal.
Kebutuhan terhadap rehabilitasi juga terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 2,4 miliar orang di dunia memiliki kondisi kesehatan yang dapat memperoleh manfaat dari rehabilitasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rehabilitasi, termasuk fisioterapi, tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang sedang mengalami cedera. Fisioterapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi fisik, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas dengan tuntutan fisik tinggi.
Dalam praktiknya, fisioterapi dapat mencakup berbagai pendekatan, seperti terapi manual, latihan fisik, penguatan otot, serta latihan mobilitas dan stabilitas. Program tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Salah satu layanan yang bergerak di bidang ini adalah Physiorehab. Klinik fisioterapi tersebut berfokus pada pemulihan, pencegahan cedera, dan peningkatan performa melalui pendekatan berbasis bukti dengan memadukan terapi manual, latihan fisik, serta teknologi pendukung.
Founder and CEO Physiorehab Adam Salim mengatakan fisioterapi tidak semata-mata berfokus pada penanganan cedera.
"Physiorehab hadir di Indonesia sebagai pusat fisioterapi untuk mendampingi perjalanan pemulihan dan performa setiap orang, sehingga kami tidak hanya berfokus pada penanganan cedera," ujar Adam dalam keterangannya.
Recovery dan penguatan tubuh
Salah satu hal penting dalam fisioterapi adalah proses pemulihan atau recovery. Setelah melakukan aktivitas fisik, tubuh membutuhkan waktu dan penanganan yang tepat agar dapat kembali menjalankan fungsinya secara optimal.
Selain pemulihan, penguatan atau strengthening juga menjadi bagian penting. Latihan penguatan dapat membantu meningkatkan kemampuan otot dalam menopang tubuh dan menjalankan aktivitas, sekaligus mempersiapkan tubuh menghadapi beban fisik.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting bagi orang yang melakukan aktivitas fisik secara intens dan berulang. Tanpa pengelolaan aktivitas serta pemulihan yang tepat, penggunaan bagian tubuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera akibat penggunaan berulang atau overuse injury.
Chief Physiotherapist Physiorehab Simon Tri Prasetyo menjelaskan program fisioterapi dapat diawali dengan asesmen kondisi fisik untuk mengetahui kebutuhan setiap individu.
"Secara teknis, program Physiorehab yang kami berikan mencakup asesmen kondisi fisik secara berkala, manual therapy untuk mengatasi ketegangan otot dan sendi, hingga program strengthening pada area bahu, pergelangan tangan, dan pinggang," kata Simon.
Menurut dia, latihan mobilitas dan stabilitas juga dapat diberikan untuk membantu seseorang mempertahankan kemampuan bergerak serta menjalankan aktivitas dengan lebih baik.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa fisioterapi tidak hanya diperlukan ketika seseorang mengalami cedera. Penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dengan memperhatikan kondisi tubuh, pola aktivitas, kebutuhan gerak, serta target yang ingin dicapai.
Fisioterapi dalam aktivitas olahraga
Pada olahraga dengan intensitas tinggi, kebutuhan terhadap pemulihan dan penguatan tubuh menjadi salah satu perhatian. Atlet tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga kondisi fisik agar mampu menjalani latihan dan pertandingan secara berkelanjutan.
Tenis meja, misalnya, membutuhkan kecepatan reaksi, perubahan arah yang cepat, serta gerakan berulang pada sejumlah bagian tubuh. Karena itu, program pemulihan, mobilitas, stabilitas, dan penguatan dapat menjadi bagian dari persiapan fisik.
Hal tersebut diterapkan Physiorehab saat mendampingi Tim Tenis Meja Indonesia dalam persiapan menuju pesta olahraga Asia 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Program yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 17 September 2026 itu mencakup asesmen kondisi fisik, terapi manual, latihan penguatan, serta latihan mobilitas dan stabilitas.
Pendampingan dilakukan di klinik Physiorehab cabang Gandaria, Jakarta Selatan, bersama tim pelatih nasional. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan fisik masing-masing atlet selama masa persiapan.
Pelatih Tim Tenis Meja Indonesia Anton Suseno mengatakan pendampingan fisioterapi membantu menjaga kondisi fisik atlet selama menjalani pemusatan latihan.
"Persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia ini tentu membutuhkan kondisi fisik yang optimal karena atlet menjalani rangkaian latihan dengan intensitas tinggi," ujar Anton.
(tis/tis)