Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Program Olahraga yang Tepat
Dalam proses tumbuh kembang, seorang anak selalu membutuhkan aktivitas fisik yang berfungsi mendukung perkembangan tulang, otot, dan koordinasi gerak, hingga kemampuan sosial dan emosional.
Namun, kesibukan sehari-hari dan peningkatan waktu di depan layar membuat kesempatan anak untuk aktif bergerak semakin berkurang.
dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT, Subsp.A(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa aktivitas fisik pada anak tidak selalu berupa olahraga kompetitif atau latihan berat.
Menurutnya, aktivitas fisik bukan bertujuan menciptakan atlet, melainkan membangun fondasi gerak yang baik bagi tumbuh kembang anak.
"Aktivitas seperti berlari, melompat, memanjat, melempar, menangkap, dan menjaga keseimbangan membantu mengembangkan kemampuan motorik, memperkuat tulang dan otot, serta meningkatkan koordinasi tubuh. Karena itu, aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan melalui kegiatan yang eksploratif dan menyenangkan," kata dr. Patar.
Pada usia 3-5 tahun, anak umumnya belum membutuhkan olahraga yang terlalu terstruktur. Aktivitas seperti berlari, melompat, bermain bola, bersepeda, atau berenang berperan besar mengembangkan kemampuan motorik dasar.
Memasuki usia 6-9 tahun, anak mulai dapat diperkenalkan pada olahraga yang lebih terstruktur, seperti senam, sepak bola, basket, bulu tangkis, renang, maupun bela diri.
Sementara pada usia 10 tahun ke atas, anak bisa mulai mempelajari teknik olahraga yang lebih spesifik dengan intensitas latihan yang ditingkatkan secara bertahap.
Pada tahap ini, variasi aktivitas tetap diperlukan karena growth plate atau lempeng pertumbuhan masih aktif dan lebih rentan mengalami cedera.
Selain mendukung perkembangan fisik, olahraga juga memberikan manfaat psikososial, antara lain membentuk disiplin, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemampuan bekerja sama, serta membangun ketahanan mental.
Dengan pendampingan yang tepat, aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat, yang juga mendukung kualitas hidup anak hingga dewasa.
dr. Burhan Sp.A, Subsp.Neuro (K) dari Mayapada Hospital Bandung mengingatkan, kesiapan berolahraga tak hanya bergantung pada kemampuan fisik.
Tahap tumbuh kembang dan kemampuan neurobehavioral juga perlu dipertimbangkan agar aktivitas yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
"Kemampuan motorik, kognitif, bahasa, atensi, serta kemampuan regulasi emosi dan perilaku saling berkaitan dalam proses tumbuh kembang anak. Karena itu, pengembangan potensi olahraga sebaiknya mempertimbangkan kesiapan anak secara keseluruhan. Dengan memahami tahap tumbuh kembang dan karakteristik masing-masing anak, orang tua dapat memberikan aktivitas yang sesuai tanpa membuat anak merasa terbebani," papar dr. Burhan.
Untuk mendukung aktivitas fisik yang aman dan optimal, Mayapada Hospital memiliki Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terintegrasi dengan Orthopedic Center, serta didukung Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Anak dan tim multidisiplin guna menangani cedera olahraga dan berbagai kondisi ortopedi pada anak maupun atlet muda.
Di Mayapada Hospital Bandung (MHBD), Pediatric Center dilengkapi fasilitas rawat inap (Pediatric Ward) dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24/7, serta didukung 11 dokter spesialis dan subspesialis anak.
Layanan ini juga memiliki fasilitas ramah anak, termasuk teknologi Vein Finder untuk membantu proses infus dan pengambilan sampel darah agar lebih nyaman.
Selain itu, tersedia Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior dengan layanan Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga.
Sementara di Jakarta, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) menyediakan Pediatric Emergency 24/7 dengan dukungan dokter spesialis anak yang standby on-site, sehingga anak dapat segera memperoleh evaluasi dan penanganan yang sesuai saat membutuhkan pertolongan medis.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, atau fitur emergency call di aplikasi MyCare.
Aplikasi MyCare juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(rea/rir)