10 Tanda Awal Gagal Ginjal, Wajib Waspada!

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Tanda awal gagal ginjal dapat terlihat seperti masalah kesehatan yang umum, seperti tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, atau sering buang air kecil. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gangguan pada ginjal sering kali tidak langsung menimbulkan keluhan yang terasa jelas. Tanda awal gagal ginjal bahkan dapat terlihat seperti masalah kesehatan yang umum, misalnya tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, atau lebih sering buang air kecil.

Karena itu, perubahan yang terjadi pada tubuh tetap perlu diperhatikan, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.

National Kidney Foundation (NKF) menyebutkan bahwa banyak orang dengan penyakit ginjal tidak menyadari kondisinya karena gejala biasanya muncul ketika fungsi ginjal sudah menurun cukup berat.

Pemeriksaan melalui tes darah dan urine menjadi cara penting untuk mengetahui kondisi ginjal, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau berusia di atas 60 tahun.

Tanda awal gagal ginjal yang perlu diperhatikan

Beberapa perubahan pada tubuh dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi ginjal. Berikut gejala yang perlu diperhatikan.

1. Tubuh mudah lelah

Penurunan fungsi ginjal dapat membuat zat sisa menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh terasa lemah, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Anemia yang berkaitan dengan penyakit ginjal juga dapat memperburuk rasa lemas.

2. Sulit tidur

Gangguan tidur dapat muncul ketika ginjal tidak mampu menyaring zat sisa secara optimal. Penyakit ginjal kronis juga memiliki kaitan dengan gangguan tidur tertentu, termasuk sleep apnea.

3. Kulit kering dan gatal

Ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi di dalam tubuh. Ketika fungsi ginjal menurun, ketidakseimbangan tersebut dapat menyebabkan kulit kering dan terasa gatal, terutama pada penyakit ginjal yang sudah lebih lanjut.

4. Lebih sering buang air kecil

Perubahan pola buang air kecil, terutama lebih sering buang air kecil pada malam hari, dapat menjadi salah satu tanda gangguan ginjal. Kerusakan pada penyaring ginjal dapat meningkatkan dorongan untuk berkemih.

Meski demikian, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.

5. Urine mengandung darah

Ginjal yang sehat biasanya menyaring zat sisa tanpa membiarkan sel darah keluar bersama urine. Ketika penyaring ginjal mengalami kerusakan, darah dapat ditemukan dalam urine.

Urine berdarah tidak selalu disebabkan penyakit ginjal. Batu ginjal, infeksi, atau kondisi lain juga dapat menjadi penyebab sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

6. Urine berbusa

Urine yang tampak sangat berbusa dan tidak segera menghilang dapat menunjukkan adanya protein dalam urine. Albumin merupakan salah satu protein yang dapat keluar melalui urine ketika penyaring ginjal mengalami kerusakan.

7. Mata terlihat sembap

Pembengkakan di sekitar mata dapat berkaitan dengan kebocoran protein dalam jumlah besar ke urine. Kondisi tersebut membuat cairan lebih mudah terkumpul pada jaringan tubuh.

8. Kaki dan pergelangan kaki bengkak

Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan cairan. Akibatnya, kaki, pergelangan kaki, atau bagian tubuh lain dapat mengalami pembengkakan.

Pembengkakan juga dapat berkaitan dengan penyakit jantung, penyakit hati, atau gangguan pembuluh darah sehingga tidak dapat digunakan sebagai tanda tunggal gagal ginjal.

9. Nafsu makan menurun

Penumpukan zat sisa akibat penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan nafsu makan berkurang. Pada kondisi gagal ginjal, seseorang juga dapat mengalami mual, muntah, atau perubahan rasa makanan.

10. Kram otot

Gangguan fungsi ginjal dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Ketidakseimbangan kalsium dan fosfor, misalnya, dapat memicu kram atau kejang otot.

Gejala yang muncul saat fungsi ginjal menurun berat

Ilustrasi. Tanda awal gagal ginjal. (istockphoto/blueshot)

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronis pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala. Ketika sudah mencapai gagal ginjal, keluhan dapat berupa kelelahan berat, mual, muntah, kebingungan, pembengkakan, kram otot, kulit gatal, serta jumlah urine yang berkurang.

Healthdirect juga menyebutkan bahwa gagal ginjal akut dapat berkembang dalam hitungan jam atau hari. Salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian segera adalah jumlah urine yang tiba-tiba jauh berkurang.

Tapi, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gagal ginjal. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai fungsi ginjal secara lebih akurat.

Dua pemeriksaan yang umum digunakan NKF adalah:
- eGFR, yaitu pemeriksaan darah yang memperkirakan kemampuan ginjal menyaring darah.
- uACR, yaitu pemeriksaan urine untuk mengukur kadar albumin dibandingkan kreatinin.

Dokter juga dapat meminta pemeriksaan kreatinin dan urea dalam darah, pemeriksaan urine, serta USG ginjal sesuai kondisi pasien.

Kapan harus memeriksakan diri?

Orang dengan diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit jantung, atau riwayat keluarga penyakit ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ginjal. Pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala penting dilakukan meskipun belum merasakan gejala.

Segera cari pertolongan medis apabila jumlah urine tiba-tiba berkurang drastis, terutama jika disertai pembengkakan, sesak napas, kebingungan, atau kondisi tubuh yang memburuk.

Dengan demikian, tanda awal gagal ginjal tidak selalu terlihat jelas. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menemukan gangguan ginjal lebih dini dan membantu memperlambat perkembangannya sebelum mencapai gagal ginjal.

(gas/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK