Bukan Cuma Pemandangan, Ini yang Bikin Fine Dining Berkesan

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 19:01 WIB
Ilustrasi. Bukan cuma pemandangan, ternyata ini yang bikin fine dinning berkesan. (Foto: Dok. SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fine dining kerap identik dengan restoran mewah, hidangan yang ditata apik, hingga pemandangan spektakuler. Namun, pengalaman makan di restoran premium sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat.

Kualitas makanan, pelayanan, hingga perhatian terhadap kebutuhan tamu menjadi bagian yang turut menentukan apakah sebuah makan malam benar-benar berkesan. Hal tersebut menjadi penting karena fine dining kerap dipilih untuk momen-momen khusus. Mulai dari merayakan ulang tahun pernikahan, pencapaian tertentu, hingga sekadar menikmati malam bersama orang terdekat.

Pemandangan dan desain restoran memang dapat menciptakan kesan sejak awal. Namun, pengalaman yang baik perlu terasa sejak tamu memasuki restoran hingga hidangan terakhir disajikan.

Pandangan itu juga diterapkan Akira Back Jakarta yang berada di lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta. Dengan posisi tersebut, panorama ibu kota tentu menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan.

Namun, restoran tersebut menilai pemandangan seharusnya menjadi bagian dari pengalaman, bukan satu-satunya alasan seseorang mengingat sebuah makan malam.

"Pandangan yang indah dapat menciptakan kesan bahkan sebelum hidangan pertama disajikan. Namun, pengalaman fine dining tidak berhenti pada apa yang terlihat. Setiap tamu datang dengan ekspektasi dan momen yang berbeda untuk dirayakan," ujar Irawan Sukma Nugraha, Business Director Akira Back dan Chief Strategic Officer Adhya Group.

Menurut Irawan, perhatian terhadap detail menjadi bagian penting untuk menciptakan pengalaman tersebut. Mulai dari hidangan yang disajikan hingga pelayanan yang diberikan kepada setiap tamu.

Pendekatan itu salah satunya terlihat dari sejumlah hidangan yang disajikan. Tuna Pizza, misalnya, memadukan irisan tipis tuna dengan umami aioli dan truffle oil. Ada pula 48-Hour Short Rib yang membutuhkan proses persiapan panjang sebelum disajikan.

Sementara itu, AB Salad memiliki penyelesaian hidangan yang dilakukan langsung di meja. Proses tersebut membuat pelayanan tidak hanya menjadi pendamping hidangan, tetapi juga bagian dari pengalaman bersantap.

Konsep serupa diterapkan pada kapasitas restoran yang relatif terbatas. Akira Back Jakarta dapat menampung sekitar 60 tamu, terdiri dari 52 kursi di ruang makan utama dan ruang privat berkapasitas hingga delapan orang.

Jumlah tamu yang lebih terbatas memungkinkan interaksi antara staf dan tamu berlangsung lebih personal. Kebutuhan maupun preferensi tamu pun dapat menjadi bagian dari perhatian selama makan malam.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter kuliner Chef Akira Back yang memadukan teknik Jepang, warisan Korea, dan berbagai pengaruh internasional. Alih-alih terpaku pada satu tradisi kuliner, pendekatan tersebut mempertemukan berbagai pengaruh dengan teknik dan perspektif yang terbentuk sepanjang perjalanan kariernya.

"Kami tidak ingin pemandangan menjadi satu-satunya alasan tamu mengingat pengalaman mereka bersama kami. Bagi kami, nilai sebuah dining experience berada pada keseluruhan perjalanan tamu, mulai dari hidangan yang disajikan, pelayanan yang personal, hingga setiap detail yang melengkapi momen yang mereka rayakan," kata Irawan.

Pemandangan, lanjut dia, tetap menjadi bagian yang memperkaya pengalaman tersebut. Namun, kualitas makanan dan hospitality menjadi hal yang juga perlu diperhatikan agar pengalaman bersantap meninggalkan kesan.

Perhatian terhadap pengalaman juga mencakup kebutuhan khusus setiap tamu. Informasi mengenai alergi makanan maupun dietary restrictions dapat disampaikan ketika melakukan reservasi. Tamu yang datang tanpa reservasi juga dapat menyampaikan kebutuhan tersebut kepada tim restoran.

Akira Back Jakarta melayani makan malam mulai pukul 17.00 hingga 23.00. Kisaran pengeluaran sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang sebelum pajak, bergantung pada menu yang dipilih.

Restoran ini juga menyediakan akses bagi pengguna kursi roda, dengan lift yang langsung menuju lantai 100 serta toilet di dalam area restoran. Bagi tamu yang membawa kendaraan pribadi, tersedia layanan valet di Mal Agora.

Restoran dengan pemandangan menarik mungkin dapat mencuri perhatian sejak awal. Namun, pengalaman fine dining tidak berhenti pada apa yang terlihat. Hidangan, pelayanan, dan bagaimana sebuah restoran memperlakukan momen yang dibawa setiap tamu turut menentukan kesan yang tertinggal setelah makan malam berakhir.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK