Viral Warga Gunungkidul Makan Bangkai Kambing, Apa Bahayanya?

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Empat warga Gunungkidul terinfeksi antraks usai kontak dengan kambing yang mati mendadak. (Foto: iStockphoto/Hailshadow)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengonsumsi daging dari hewan yang sakit atau mati mendadak dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Salah satunya adalah antraks, penyakit yang dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian jika tidak segera ditangani.

Risiko tersebut menjadi perhatian usai empat warga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkonfirmasi terinfeksi antraks. Mereka diketahui mengonsumsi kambing yang sebelumnya dalam kondisi lemas hingga mati mendadak.

Kasus tersebut terjadi di Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, pada awal September 2026. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan kasus bermula setelah seorang warga mengalami gejala yang mengarah pada antraks.

"Awalnya ada warga yang periksa ke puskesmas dan ternyata mengalami gejala klinis antraks. Setelah penyelidikan epidemiologi ada tujuh orang suspek antraks," ujar Ismono, dilansir dari detikhealth, Jumat (2/10).

Kejadian tersebut terjadi di awal September 2026. Setelah dilakukan penelusuran, tujuh orang yang berstatus suspek diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan kambing yang sebelumnya dalam kondisi lemas sebelum akhirnya mati mendadak.

"Kemudian tujuh orang itu menjalani PCR dan hasilnya yang positif konfirmasi antraks ada empat orang," ujarnya.

Dinkes Gunungkidul kemudian melakukan penelusuran terhadap warga lain yang memiliki riwayat kontak dengan kambing tersebut. Dari penelusuran itu, ditemukan 47 orang yang masuk dalam kelompok berisiko terpapar antraks.

"Pasien konfirmasi sudah diobati dan sembuh, sedangkan populasi berisiko seluruhnya diberikan antibiotik profilaksis. Selain itu, polulasi berisiko tetap diamati sampai 60 hari atau dua kali masa inkubasi," katanya.

Menurut Ismono, pemberian antibiotik profilaksis dan pemantauan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul kasus tambahan.

"Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menyembelih, mengolah maupun mengonsumsi hewan yang sakit atau mati mendadak. Serta pentingnya pelaporan segera apabila ditemukan kematian hewan ternak yang tidak diketahui penyebabnya," ujarnya.


Apa itu antraks dan gejalanya

Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, antraks merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Bakteri tersebut dapat ditemukan secara alami di tanah dan dapat menginfeksi hewan ternak maupun hewan liar. Manusia dapat tertular setelah terpapar spora antraks dari hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang telah terkontaminasi.

Penularan pada manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur. Contohnya, melalui luka atau goresan pada kulit, terhirup melalui saluran pernapasan, maupun masuk ke tubuh setelah mengonsumsi makanan atau daging dari hewan yang terinfeksi.

Ditambahkan dari Mayo Clinic, gejala antraks dapat berbeda berdasarkan jalur infeksi. Namun secara umum, gejalanya dapat berupa demam, sakit perut, mual, muntah, diare, hingga muntah atau diare berdarah.

Pembengkakan pada leher dan rasa sakit ketika menelan juga dapat muncul pada infeksi yang menyerang bagian atas saluran pencernaan.


Seberapa bahaya antraks?

Antraks dapat menyebabkan penyakit berat dan bahkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan.

CDC menyebut seluruh bentuk antraks berpotensi menyebabkan penyakit parah atau kematian apabila tidak ditangani dengan antibiotik. Namun, mendapatkan pengobatan yang cepat dapat membantu mencegah infeksi berkembang menjadi berat.

Masyarakat sebaiknya berhati-hati ketika mendapati hewan ternak yang sakit atau mati secara mendadak. Hewan dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi guna mencegah risiko penularan penyakit.

(fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK