Memilih pakaian untuk penerbangan bukan hanya soal penampilan. Kenyamanan dan keamanan juga perlu menjadi pertimbangan, terutama ketika harus berada berjam-jam di dalam kabin pesawat.
Pakaian yang nyaman memang kerap menjadi pilihan utama saat bepergian. Namun, ada sejumlah jenis pakaian dan alas kaki yang ternyata kurang ideal digunakan selama penerbangan.
Hal tersebut dibagikan seorang pramugari bernama Sille melalui akun TikTok @sillerydell. Ia membagikan sejumlah pakaian yang menurutnya sebaiknya dihindari penumpang ketika bepergian menggunakan pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sille mengatakan, sarannya bukan untuk menghakimi pilihan pakaian penumpang. Ia hanya membagikan pengalamannya selama bekerja di pesawat agar penumpang dapat tetap merasa nyaman dan aman selama penerbangan.
"Saya melihat ini hampir di setiap penerbangan, dan saya berjanji ini bukan untuk menghakimi. Kaki dan tubuh Anda akan berterima kasih," tulis Sille.
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Salah satu pengguna bahkan mengatakan sandal jepit dan Crocs seharusnya dilarang digunakan dalam penerbangan karena dianggap bukan alas kaki yang tepat.
Namun, warganet lain justru membela penggunaan sandal jepit. Ia mengatakan selalu membawa kaus kaki khusus untuk digunakan selama berada di pesawat dan menggunakan sandal berbeda ketika pergi ke kamar mandi.
Ada pula pengguna yang mengatakan dirinya selalu mengenakan kaus kaki dan sneakers ketika terbang. Menurutnya, sandal jepit memang lebih praktis saat pemeriksaan keamanan, tetapi ia tidak nyaman jika harus berjalan dengan kaki telanjang di lantai bandara.
Selain pakaian, seorang warganet juga mengingatkan penumpang agar tidak menggunakan parfum dengan aroma terlalu kuat di dalam pesawat. Menurutnya, aroma tersebut dapat memicu alergi, migrain, hingga gangguan pernapasan pada sebagian orang, terutama karena kabin pesawat merupakan ruang tertutup.
Dilansir dari Mirror, berikut sejumlah pakaian yang disarankan pramugari untuk dihindari saat naik pesawat.
1. Sandal jepit
Sille menyebut sandal jepit sebagai salah satu alas kaki yang sebaiknya dihindari saat terbang. Menurutnya, kaki dapat mengalami pembengkakan selama penerbangan, sementara suhu di dalam kabin juga bisa terasa dingin.
Selain itu, sandal jepit dinilai kurang ideal jika penumpang harus berjalan cepat atau berpindah tempat dalam situasi tertentu. Menggunakan sepatu yang lebih tertutup dapat menjadi pilihan, terutama untuk penerbangan panjang. Penumpang juga bisa membawa sandal sebagai alas kaki tambahan jika ingin mengganti sepatu selama penerbangan.
2. Celana pendek atau crop top
Pakaian yang terlalu terbuka, seperti celana pendek dan crop top, juga bukan pilihan utama Sille saat bepergian dengan pesawat. Suhu di dalam kabin dapat terasa dingin sehingga pakaian yang lebih tertutup dinilai lebih nyaman.
Penumpang dapat memilih celana panjang dan atasan yang menutupi tubuh untuk membantu menjaga suhu tubuh selama penerbangan. Membawa sweater atau jaket juga bisa menjadi pilihan, terutama jika suhu kabin terasa lebih dingin dari perkiraan.
3. Celana jeans terlalu ketat
Celana jeans yang terlalu ketat juga sebaiknya dihindari saat terbang. Sille mengatakan tubuh dapat mengalami pembengkakan ketika berada di ketinggian.
Pakaian yang terlalu ketat pun berpotensi membuat penumpang semakin tidak nyaman, terlebih jika harus duduk dalam waktu lama. Sebagai alternatif, penumpang bisa memilih celana dengan bahan yang lebih lentur dan tidak terlalu ketat sehingga tubuh tetap leluasa bergerak selama perjalanan.
4. Hanya menggunakan satu lapisan tipis
Sille juga tidak menyarankan penumpang hanya mengenakan satu lapisan pakaian yang tipis. Suhu di dalam pesawat dapat terasa dingin, bahkan ketika pesawat sedang menuju destinasi yang memiliki cuaca panas.
Kondisi tersebut membuat penumpang bisa merasa kurang nyaman jika tidak memiliki pakaian tambahan. Karena itu, membawa jaket atau sweater dapat membantu penumpang menyesuaikan pakaian dengan perubahan suhu selama perjalanan.
Pakaian yang disarankan
Sebagai gantinya, Sille menyarankan penumpang memilih pakaian yang nyaman, cukup tertutup, dan terdiri dari beberapa lapisan. Pakaian berlapis memungkinkan penumpang menyesuaikan diri dengan suhu di dalam kabin.
Pilihan pakaian yang longgar dan tidak membatasi gerak juga dapat membuat tubuh lebih nyaman, terutama dalam penerbangan jarak jauh. Dengan begitu, perjalanan menggunakan pesawat tidak hanya menjadi soal tampil rapi, tetapi juga memastikan tubuh tetap nyaman sejak berada di bandara hingga tiba di tujuan.
(dsd/tis)


