Gen Z punya cara unik untuk izin meninggalkan rapat di kantor. Alih-alih mengucapkan 'bye' atau 'terima kasih', mereka justru mengatakan 'I love you'.
Hal ini bermula dari tulisan seorang netizen yang tidak disebutkan namanya di Inc Magazine. Ia berbagi pengalamannya bekerja dengan gen Z di kantor. Salah satunya terjadi saat momen rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir-akhir ini saya perhatikan bahwa karyawan baru kami saling mengucapkan 'I love you' sebagai ucapan perpisahan resmi, bahkan untuk hal-hal kecil seperti meninggalkan rapat," tulis dia.
Ia mengaku merasa aneh melihat gen Z begitu nyaman mengucapkan 'I love you', terutama di lingkungan profesional. Apalagi mengingat pekerjaan mereka di bidang akuntansi, yang dikenal cukup formal dan konservatif.
"Apakah ini normal? Apakah ada yang melatih mahasiswa untuk mengatakan 'I love you' dengan tujuan memperlihatkan kasih sayang atau apresiasi di tempat kerja?", tanya dia.
Tulisan itu pun kemudian ramai jadi perbincangan di linimasa.
Kolumnis sekaligus pakar dunia kerja Alison Green setuju bahwa apa yang terjadi di atas bisa dianggap sebagai keanehan. Selain tidak pantas diucapkan, ungkapan seperti itu juga bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.
"Saya tidak heran jika sebagian besar pelakunya adalah anak muda. Sepertinya mereka belum memahami apa yang boleh dilakukan di sekolah bersama teman, tapi tidak boleh dilakukan di tempat kerja," ujar Green, melansir Your Tango.
Green melanjutkan, pekerja senior di kantor seharusnya bisa memberi tahu gen Z. Hargai ungkapan rasa sayang yang tulus dari gen Z, tapi berikan juga batasan.
Green mengatakan, perilaku seperti di atas, yang umumnya terjadi pada gen Z, sering kali menjadi penyebab banyak perusahaan enggan merekrut mereka lantaran dinilai kurang memiliki profesionalisme yang dibutuhkan untuk dunia korporat.
Sebuah survei dari ResumeBuilder mnemukan, banyak manajer yang ragu terhadap gen Z. Sebanyak 31 persen dari 782 orang yang disurvei mengaku menghindari mempekerjakan gen Z. Sementara 30 persen lainnya terpaksa memecat pekerja gen Z dalam waktu satu bulan setelah hari pertama bekerja.
"Berbeda dengan generasi sebelumnya, gen Z menghadapi tantangan unik dalam memperoleh keterampilan dasar di tempat kerja karena pandemi Covid-19," ujar Kepala Penasihat Karier ResumeBuilder Stacie Haller, dalam survei tersebut.
Menurutnya, proses pembelajaran secara daring yang dialami kala pandemi Covid-19 berdampak pada kemampuan gen Z untuk mengasah keterampilan penting, seperti komunikasi, menangani kritik konstruktif, dan mengamati irang lain untuk membangun kecerdasan profesional.
Salah satu contohnya adalah kebiasaan mengucapkan 'I love you' dengan bebas di kantor. Tak ada salahnya menunjukkan apresiasi pada rekan kerja. Tapi, ada cara lain untuk menunjukkan apresiasi tanpa membuat orang lain merasa tidak nyaman.
(asr)
