Dugaan Keracunan di 88 Seoul Bandung, Ini Penjelasan Kemenkes

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 20:45 WIB
Ilustrasi. Ratusan orang keracunan setelah makan di restoran Bandung. (iStockphoto/ozgurcankaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluhan gangguan kesehatan bermunculan setelah sejumlah orang menyantap makanan di restoran Korea 88 Seoul, 23 Paskal Bandung. Para pelanggan mengaku mengalami sejumlah gejala, mulai dari diare, muntah, mual hingga demam setelah makan di restoran tersebut.

Kabar dugaan keracunan makanan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, muncul klaim bahwa jumlah pelanggan yang mengalami keluhan mencapai 284 orang. Namun, angka tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan dugaan kasus keracunan makanan yang terjadi secara lokal menjadi kewenangan otoritas kesehatan daerah untuk ditindaklanjuti. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan penanganan kasus tersebut dapat dilakukan bersama oleh puskesmas, dinas kesehatan, dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM).

"Kasus lokal seperti ini akan diinvestigasi dan ditangani oleh puskesmas, dinkes dan Balai POM setempat," kata Aji seperti dikutip dari detikHealth, Rabu (7/10).

Sebelumnya, sejumlah pelanggan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial Threads. Keluhan yang disampaikan antara lain diare, demam, menggigil, mual, muntah, dan sakit perut.

Akun @nittachandra, misalnya, mengaku mulai mengalami diare setelah menyantap makanan di restoran tersebut pada 3 Oktober 2026. Keluhan kemudian berlanjut dengan demam tinggi dan menggigil.

"Subuhnya langsung diare sampai 3x, besoknya sampai demam tinggi dan menggigil," tulisnya pada 5 Oktober.

Dalam unggahannya, ia juga menyebut diare yang dialami berlanjut hingga sekitar 15 kali. Setelah menjalani pemeriksaan, ia mengatakan kondisinya dinyatakan sebagai keracunan makanan.

Keluhan serupa disampaikan akun @nikearh. Ia mengaku datang bersama keluarganya ke restoran tersebut pada 3 Oktober. Sepulang dari restoran, suami dan salah satu anaknya disebut mengalami demam serta diare berkali-kali.

"Aku sekeluarga juga makan tanggal segitu, malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali," tulisnya.

88 Seoul tutup sementara

Di tengah munculnya laporan tersebut, 88 Seoul 23 Paskal Bandung memutuskan menghentikan sementara aktivitas operasional gerai. Penutupan berlaku pada 7-8 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, pihak restoran mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan dan sanitasi berjalan menyeluruh, sekaligus mengevaluasi standar operasional gerai.

"Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah kami terima dari sejumlah pelanggan, 88 SEOUL 23 Paskal Bandung akan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026," demikian keterangan pihak restoran.

Pihak restoran juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang mengalami kondisi tidak menyenangkan setelah berkunjung.

"Keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas kami," lanjut keterangan tersebut.

(anm/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK