Sekjen PBB Soroti Pernikahan Dini di Hari Anak Perempuan Sedunia 2026

CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2026 22:00 WIB
Ilustrasi. Sekjen PBB Guterres menyerukan penghentian pernikahan anak dan investasi untuk hak anak perempuan. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyerukan penghentian pernikahan anak dan peningkatan investasi untuk memenuhi hak anak perempuan dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional, Minggu (11/10).

Guterres menyebut setiap tiga detik, pernikahan anak merenggut masa kecil seorang anak perempuan. Menurutnya, satu dari lima anak perempuan di seluruh dunia menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.

Praktik tersebut dinilai mengancam pendidikan, kesehatan, dan keselamatan jutaan anak perempuan.

Guterres menilai kemiskinan menjadi akar persoalan pernikahan anak. Risikonya semakin meningkat ketika terjadi konflik, krisis iklim, dan pengungsian yang mempersempit pilihan keluarga bagi anak perempuan mereka.

Kendati demikian, ia menegaskan ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menghentikan praktik tersebut.

Langkah itu mencakup memastikan anak perempuan tetap bersekolah, meningkatkan peluang ekonomi keluarga, serta memperkuat perlindungan sosial dan hukum.

Guterres juga menekankan pentingnya menentang norma gender yang diskriminatif agar anak perempuan dapat memperoleh kembali hak dan kendali atas hidup mereka.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut diperkirakan telah mencegah 68 juta pernikahan anak selama 25 tahun terakhir.

Namun, pemotongan pendanaan belakangan ini dinilai mengancam kemajuan tersebut. Guterres memperingatkan, dengan laju kemajuan saat ini, diperlukan waktu berabad-abad untuk menghapuskan pernikahan anak sepenuhnya.

"Dalam rangka peringatan Hari Anak Perempuan Internasional ini, saya menyerukan kepada pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan para tokoh masyarakat untuk meningkatkan investasi pada solusi-solusi yang telah terbukti berhasil, serta memastikan upaya tersebut menjangkau setiap anak perempuan, di mana pun mereka berada," kata Guterres, dikutip dari laman PBB, Minggu (11/10).

Ia juga mengajak semua pihak melindungi hak anak perempuan untuk menikmati masa kecil serta memastikan mereka tumbuh dengan kebebasan menentukan masa depannya sendiri.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK