Teh Jahe Bagus untuk Ginjal Tetap Sehat, Cegah Penyakit Kronis
Teh jahe dipercaya bagus untuk ginjal. Khasiat ini didapat dari senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang ada pada jahe.
Jahe atau Zingiber officinale merupakan rempah yang berasal dari Asia Tenggara. Jahe telah lama digunakan untuk keperluan medis, tak terkecuali pada ginjal.
"Jahe mengandung gingerol, senyawa dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan," ujar ahli gizi Jen Hernandez, mengutip Everyday Health.
Kandungan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan sendiri dipercaya dapat menangkal peradangan kronis, yang salah satunya dapat terjadi pada ginjal.
"Karena peradangan kronis berperan dalam perkembangan penyakit ginjal, rempah-rempah seperti jahe dapat jadi cara sederhana untuk mendukung tubuh tanpa perlu menambahkan suplemen," jelas Hernandez.
Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Humanity menjelaskan lebih jauh tentang cara kerja senyawa inflamasi pada jahe yang dimaksud dalam menjaga ginjal tetap sehat.
Selain gingerol, senyawa fenolik lain seperti shogaol, paradol, dan zingeron juga ikut berkontribusi membuat teh jahe dianggap bagus untuk ginjal. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan memodulasi stres oksidatif dan peradangan.
Gingerol dan zingeron, misalnya, yang dapat mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi ginjal. Zingeron juga memperlihatkan perlindungan terhadap kerusakan ginjal, termasuk yang disebabkan oleh sepsis.
Kesimpulannya, ulasan tersebut mengatakan, senyawa fenolik jahe dapat efektif dalam memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis dan menargetkan berbagai aspek fungsi ginjal.
Selain itu, menukil laman Tabba Kidney, sejumlah penelitian juga telah menemukan manfaat lain dari jahe untuk ginjal. Ekstrak jahe ditemukan dapat mengurangi kadar urea dan kreatinin, produk limbah yang diproses oleh ginjal pada orang yang menjalani terapi dialisis atau cuci darah. Dialisis sendiri merupakan bentuk terapi paling umum pada pasien gagal ginjal.
Dengan begitu, artinya jahe juga dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal pada individu tertentu.
Dalam skala lokal, sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sempat berhasil mengolah jahe yang dapat digunakan sebagai agen penghambat penyakit ginjal kronis dengan faktor risiko hipertensi.
Penjelasannya kurang lebih sama. Menukil laman UGM, kandungan antioksidan pada jahe merah dapat menurunkan stres oksidatif sehingga menghambat kerusakan ginjal.
Mereka mengembangkan formula yang dibuat berdasarkan jahe merah, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ginjal. Formula ini diberi nama ZAHA.
"Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kerusakan ginjal yang terjadi pada model hewan tikus dapat dihambat serta penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok perlakukan tanpa ZAHA," tulis peneliti.
Kendati teh jahe dianggap bagus untuk ginjal, waspadai juga kandungan kalium yang ada di dalamnya.
Orang dengan penyakit ginjal dianjurkan untuk membatasi asupan kalium. Sementara jahe dikenal mengandung kalium, meski dalam jumlah rendah.
Masalahnya, sering kali konsumsi jahe dilakukan bersamaan dengan konsumsi obat penyakit ginjal lainnya. Jika Anda sedang dalam pengobatan ginjal, konsultasikan rencana konsumsi jahe dengan dokter terlebih dahulu.
(asr)