Kenapa Anak Kecil Suka Bertanya Berulang Kali?

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 11:20 WIB
Anak kecil bertanya.
Ilustrasi. Kebiasaan anak kecil untuk bertanya berulang kali jadi cara mereka untuk memahami jawaban. (Getty Images/ZeynepKaya)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

"Kenapa hujan turun?" tanya seorang anak. Setelah dijelaskan bahwa hujan berasal dari awan, ia kembali bertanya, "Terus, kenapa awan bisa bikin hujan?"

Bagi orang tua, pertanyaan yang terus berulang terkadang bisa menguji kesabaran. Apalagi, satu jawaban bisa memunculkan pertanyaan lain yang seolah tidak ada habisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, anak tidak selalu bertanya berulang kali hanya untuk mencari perhatian. Mereka mungkin masih berusaha memahami jawaban yang diberikan atau mencari informasi yang belum mereka dapatkan.

Jawaban belum memuaskan, anak bertanya lagi

Penelitian berjudul Children's Questions: A Mechanism for Cognitive Development mengkaji bagaimana anak mengajukan pertanyaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian tersebut terdiri dari dua studi. Studi pertama menganalisis percakapan empat anak berusia sekitar 1 tahun 2 bulan hingga 5 tahun 1 bulan. Studi kedua menggunakan catatan harian dari orang tua mengenai pertanyaan anak berusia 1-5 tahun.

Salah satu temuannya menunjukkan bahwa anak cenderung terus mencari jawaban ketika respons yang diberikan belum memberikan informasi yang mereka butuhkan.

Untuk anak, jawaban pertama mungkin belum menjelaskan alasan tubuh membutuhkan istirahat. Karena masih ada bagian yang belum dipahami, pertanyaan berikutnya pun muncul.

Jadi, pertanyaan berulang tidak selalu berarti anak tidak mendengarkan. Bisa jadi, mereka sedang berusaha memahami jawaban dengan lebih lengkap.

Anak sedang belajar memahami sebab-akibat

Pertanyaan berulang juga bisa menjadi bagian dari proses anak memahami hubungan sebab-akibat. Dalam proses belajar, anak tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga mencoba menghubungkan satu hal dengan hal lainnya.

Ketika mendengar bahwa hujan berasal dari awan, misalnya, anak mungkin ingin mengetahui bagaimana awan bisa menghasilkan hujan. Setelah mendapat penjelasan, ia bisa kembali bertanya tentang proses terbentuknya awan.

Rangkaian pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa satu informasi bisa memunculkan rasa ingin tahu berikutnya.

Sebuah ulasan dalam jurnal Child Development Perspectives menyebut, anak terdorong bertanya ketika menyadari ada sesuatu yang belum diketahui, memiliki rasa ingin tahu, dan memperkirakan orang yang ditanya dapat memberikan informasi yang berguna. Anak bisa terus bertanya karena masih ada bagian dari suatu hal yang ingin mereka pahami.

Bagaimana orang tua sebaiknya merespons?

Ketika anak mengulang pertanyaan, orang tua tidak harus langsung memberikan penjelasan panjang. Cobalah menjawab dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan hal yang ingin diketahui anak.

Jika anak masih bertanya, orang tua bisa menjelaskan dari sudut yang berbeda atau menanyakan bagian mana yang belum dipahami.

Misalnya, ketika anak bertanya mengapa hujan turun, orang tua bisa menjelaskan bahwa air di bumi menguap, membentuk awan, lalu turun kembali sebagai hujan. Penjelasan bisa diberikan sedikit demi sedikit mengikuti pertanyaan anak agar lebih mudah dipahami.

Orang tua juga tidak perlu langsung menganggap pertanyaan berulang sebagai tanda anak membangkang atau sengaja menguji kesabaran. Perhatikan konteksnya, apakah anak sedang berusaha memahami jawaban atau memiliki pertanyaan lanjutan.

Anak yang terus bertanya mungkin belum menemukan jawaban yang benar-benar memuaskan rasa ingin tahunya. Dengan membantu menjelaskan bagian yang belum dipahami, orang tua bisa menjadikan pertanyaan tersebut sebagai kesempatan bagi anak untuk belajar mengenali dunia di sekitarnya.

(anm/asr)