Bolehkah Bayi Tidur Bersama Kucing? Kenali Dulu Risikonya

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 10:30 WIB
Ilustrasi. Meski kucing dapat hidup berdampingan dengan bayi, ada sejumlah risiko yang perlu dipahami. (iStockphoto/Aynur_sib)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang menganggap kehadiran kucing di sekitar bayi sebagai hal yang menggemaskan. Tapi, bagaimana jika kucing mendekati bayi saat sedang tidur?

Situasi ini perlu mendapat perhatian karena bayi belum mampu mengubah posisi tubuhnya sendiri ketika mengalami kesulitan bernapas. Lantas, bolehkah bayi tidur bersama kucing, terutama di dalam kamar atau tempat tidur yang sama?

Meski kucing dapat hidup berdampingan dengan bayi, ada sejumlah risiko yang perlu dipahami orang tua. Risikonya bukan hanya berkaitan dengan bulu, tetapi juga gangguan pernapasan, infeksi, serta cakaran atau gigitan.

Karena itu, penting untuk mengetahui batasan yang aman sejak bayi baru lahir. Simak penjelasan berikut agar orang tua dapat melindungi bayi tanpa harus menjauhkan kucing dari seluruh lingkungan rumah.

Bolehkah bayi tidur bersama kucing?

Bayi tidak boleh tidur bersama kucing tanpa pemisah atau pengawasan. Healthline menjelaskan bahwa kucing yang berada dekat bayi saat tidur berisiko menghalangi jalan napasnya.

Ada mitos yang beranggapan bahwa kucing bisa mencuri napas bayi saat mereka tidur bersama. Namun faktanya, hal itu tidak benar, tetapi posisi kucing di dekat wajah bayi tetap dapat membahayakan pernapasan.

Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan kucing tidak memasuki kamar saat bayi tidur. Tempat tidur bayi, boks, dan kereta dorong juga tidak boleh digunakan kucing untuk beristirahat.

Jaring pelindung yang sesuai dapat membantu mencegah kucing masuk ke area tersebut. Tapi, tetap pastikan tempat tidur bayi memenuhi standar keselamatan.

Risiko bayi berdekatan dengan kucing

Selain risiko gangguan pernapasan, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan.

1. Risiko infeksi

Kucing dapat membawa kuman atau parasit yang menular melalui kotoran, cakaran, dan gigitan. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai meliputi:

- Toksoplasmosis, infeksi parasit yang dapat menimbulkan masalah serius pada kelompok tertentu.

- Demam cakaran kucing, yang dapat menyebabkan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

- Kurap, infeksi kulit yang dapat menular dari kucing ke manusia.

Risiko penularan dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan tangan, membersihkan kotoran kucing secara hati-hati, dan menjauhkan tempat pasir kucing dari area makan serta perlengkapan bayi.

2. Cakaran dan gigitan

Kucing dapat mencakar atau menggigit ketika merasa takut, terganggu, atau terancam. Luka tersebut berisiko mengalami infeksi jika tidak dibersihkan dengan benar.

Jika bayi terkena cakaran atau gigitan, segera cuci area luka menggunakan air mengalir dan sabun. Cari pertolongan medis jika kulit terluka, muncul pembengkakan, atau bayi mengalami demam.

3. Alergi terhadap kucing

Sebagian bayi dapat mengalami reaksi alergi terhadap protein yang berasal dari serpihan kulit, air liur, atau urine kucing.

Gejalanya dapat berbeda-beda, sehingga orang tua perlu memperhatikan kemungkinan ruam, bersin, atau gangguan pernapasan dan berkonsultasi dengan dokter jika muncul keluhan.

Demikian penjelasan mengenai bolehkah bayi tidur bersama kucing, yang perlu diperhatikan orang tua. Semoga bermanfaat.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK