Kenali FLUTD, Gangguan Saluran Kemih yang Mengintai Kucing

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Waspada, penyakit FLUTD mengancam kesehatan anabul kita. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Jonas Arturo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan juga sahabat yang menemani keseharian dan menjadi bagian dari keluarga. Karena itu, menjaga kesehatan kucing tak cukup hanya dengan memberikan kasih sayang dan mengajaknya bermain. Pemilik juga perlu memahami kebutuhan nutrisi serta mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan yang bisa dialami kucing.

Salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai adalah Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), yakni istilah untuk kelompok gangguan pada saluran kemih bagian bawah kucing, termasuk kandung kemih dan uretra atau saluran yang mengalirkan urine ke luar tubuh.

Gangguan ini dapat membuat kucing kesulitan buang air kecil. Dalam kondisi tertentu, FLUTD bahkan bisa mengancam nyawa, terutama ketika terjadi penyumbatan uretra yang membuat urine tidak dapat keluar.

Gejala FLUTD pada kucing

Gejala FLUTD terkadang sulit dikenali karena kucing tidak dapat menunjukkan rasa sakitnya secara langsung. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan perubahan perilaku, terutama saat kucing menggunakan kotak pasir atau litter box.

Mengutip AVMA, beberapa tanda FLUTD yang perlu diwaspadai antara lain:

• Kucing mengejan saat buang air kecil.
• Urine yang keluar hanya sedikit, tetapi kucing bolak-balik ke kotak pasir.
• Kucing mengeong atau menunjukkan tanda kesakitan saat buang air kecil.
• Kucing sering menjilati area kelaminnya.
• Kucing buang air kecil di luar kotak pasir.
• Terdapat darah dalam urine.

Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyebab yang sama. FLUTD merupakan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan saluran kemih, sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Hal yang paling penting adalah memperhatikan apakah kucing masih bisa mengeluarkan urine. Jika kucing berulang kali mengejan tetapi hanya mengeluarkan sedikit urine atau tidak mengeluarkan urine sama sekali, kondisi tersebut dapat menandakan penyumbatan uretra.

Penyumbatan uretra merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan dokter hewan segera. Tanpa penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ginjal dan penumpukan zat beracun dalam darah, bahkan berujung pada kematian dalam waktu singkat.

Penyebab FLUTD pada kucing?

FLUTD bukan penyakit dengan satu penyebab. Gangguan ini dapat dipicu oleh sejumlah kondisi, mulai dari peradangan kandung kemih hingga batu saluran kemih.

Salah satu penyebab yang umum adalah feline idiopathic cystitis (FIC), yaitu peradangan kandung kemih yang penyebab pastinya belum diketahui. Stres atau kecemasan diduga berperan dalam kondisi ini, termasuk akibat perubahan rutinitas, pindah rumah, atau konflik dengan kucing lain dalam satu rumah.

Selain itu, FLUTD dapat disebabkan oleh batu saluran kemih atau urolithiasis. Batu dapat terbentuk di kandung kemih maupun uretra dan menyebabkan iritasi hingga penyumbatan. Jenis batu yang terbentuk dapat berbeda, sehingga penanganannya pun perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

Infeksi saluran kemih juga dapat memicu gejala FLUTD, meskipun infeksi bakteri relatif jarang ditemukan pada kucing secara umum. Risiko infeksi dapat meningkat pada kucing berusia lebih dari 10 tahun, terutama jika memiliki masalah kesehatan lain, seperti penyakit ginjal atau diabetes.

Dalam kasus yang lebih jarang, FLUTD juga dapat berkaitan dengan tumor saluran kemih, kelainan anatomi, atau cedera pada saluran kemih dan sumsum tulang belakang.

FLUTD dapat dialami kucing pada berbagai usia. Namun, sejumlah masalah yang berkaitan dengan gangguan ini lebih sering ditemukan pada kucing paruh baya, kelebihan berat badan, kurang aktif, atau memiliki akses terbatas ke luar rumah. Kucing jantan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyumbatan uretra karena saluran kemihnya lebih panjang dan sempit dibandingkan kucing betina.

Cara menjaga kesehatan saluran kemih kucing?

Menjaga kesehatan saluran kemih kucing membutuhkan perhatian terhadap lingkungan, kebiasaan sehari-hari, serta kebutuhan nutrisinya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan pemilik kucing:

1. Pastikan air minum selalu tersedia

Sediakan air bersih dan segar setiap saat agar kucing dapat memenuhi kebutuhan cairannya. Peningkatan asupan air merupakan salah satu hal yang dapat membantu kucing dengan gangguan saluran kemih.

2. Jaga kebersihan kotak pasir

Bersihkan litter box secara rutin dan letakkan di area yang tenang serta mudah diakses. Jumlah kotak pasir juga perlu disesuaikan dengan jumlah kucing di rumah. Sebagai panduan umum, sediakan satu kotak pasir lebih banyak daripada jumlah kucing.

3. Perhatikan berat badan dan aktivitas fisik

Berat badan yang sehat dan kesempatan bermain setiap hari merupakan bagian dari perawatan kucing. Ajak kucing beraktivitas sesuai kemampuannya untuk membantu menjaga kebugaran.

4. Ciptakan lingkungan yang nyaman

Stres dapat berperan dalam beberapa gangguan saluran kemih, terutama FIC. Sediakan tempat aman untuk beristirahat, bermain, makan, dan minum. Jika memelihara beberapa kucing, sediakan pula area terpisah agar mereka dapat menghindari konflik.

5. Perhatikan kebutuhan nutrisi

Pemberian makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan kucing. Pada kucing yang mengalami gangguan saluran kemih tertentu, dokter hewan dapat merekomendasikan perubahan pola makan atau makanan khusus berdasarkan hasil pemeriksaan.

Karena penyebab FLUTD beragam, pemilik sebaiknya tidak menentukan sendiri jenis makanan terapeutik atau pengobatan yang diperlukan. Pemeriksaan dokter hewan membantu memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

6. Jangan abaikan perubahan saat buang air kecil

Perhatikan frekuensi, jumlah, dan tampilan urine kucing. Jika muncul perubahan atau tanda-tanda kesakitan, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Jangan menunggu hingga kondisinya memburuk, terutama jika urine tidak dapat keluar.

Kepedulian terhadap kesehatan kucing juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang diusung dalam Me-O Cat Fun Day (CFD) 2026 Roadshow Bandung. Mila Likumahua, General Manager Marketing Perfect Companion Indonesia, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan para pecinta kucing di Bandung dan berbagai daerah di Indonesia.

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa merawat kucing tidak berhenti pada memberikan kasih sayang dan menghabiskan waktu bersama. Cat parents turut memiliki peran penting dalam memperhatikan kebutuhan nutrisi, menjaga kebersihan, serta memantau kondisi kesehatan kucing agar mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat dan nyaman.

"Kami ingin membawa semangat kebersamaan dan solidaritas pecinta kucing, bukan hanya di Bandung, tapi juga di Indonesia, lewat Me-O yang dipercaya jutaan cat parents untuk bisa selalu sehat dan melewati berbagai momen bersama," ujar Mila.

Kata Mia, merawat kucing bukan hanya tentang menyediakan makanan dan memberikan kasih sayang, tetapi juga memahami kebutuhan kesehatannya. Dengan menyediakan air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan nutrisi, serta mengenali tanda gangguan saluran kemih sejak dini, pemilik dapat membantu kucing menjalani kehidupan yang lebih sehat dan nyaman.

(tis/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK