China Imbau Warganya Waspada di Thailand Rawan Penipuan dan Penculikan

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 13:00 WIB
Ilustrasi suasana di Bangkok, Thailand, ketika turis naik tuk-tuk. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar China di Thailand mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga negaranya yang hendak bepergian maupun sedang berada di Thailand.

Mengutip VN Express, imbauan yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026 tersebut menyusul meningkatnya kasus kerja paksa, perdagangan manusia, dan tawaran pekerjaan palsu yang berujung pada penculikan.

Dalam imbauan itu, warga China diminta merencanakan perjalanan dengan cermat, memperhatikan keamanan transportasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.

Jaringan kriminal lintas negara dilaporkan mengoperasikan kompleks penipuan berskala besar di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Para pelaku menggunakan tawaran pekerjaan bergaji tinggi untuk menjebak korban, yang kemudian dipaksa bekerja dalam operasi penipuan daring.

Kelompok kriminal juga mulai menyasar pekerja di industri kreatif, termasuk bidang siaran langsung dan seni pertunjukan. Undangan audisi palsu, kontrak proyek film, hingga tawaran kerja sama bisnis digunakan sebagai kedok untuk menjebak korban perdagangan manusia.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah penculikan aktor Wang Xing pada Januari 2025. Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), Wang dibujuk datang ke Thailand dengan tawaran proyek film palsu sebelum diculik dan dibawa ke kompleks penipuan di Myanmar.

Dokumenter stasiun televisi pemerintah China, CCTV, menyebut Wang dipindahtangankan ke tiga operasi penipuan berbeda dalam waktu empat hari. Ia akhirnya dibebaskan setelah pejabat Kedutaan Besar China melakukan negosiasi.

Meski berhasil kembali ke China, Wang dilaporkan masih menanggung pinjaman daring dalam jumlah besar yang dipaksakan kepadanya selama berada dalam penahanan.

Kasus lainnya terjadi pada Agustus 2026, ketika seorang turis China dilaporkan diculik setelah salah mengenali kendaraan sebagai mobil milik pemandu wisata. Menurut The Nation, ia berhasil menyelamatkan diri setelah berteriak meminta pertolongan di sebuah pos pemeriksaan polisi.

Pada 1 Oktober 2026, China Daily juga memberitakan hilangnya seorang guru musik asal Shanghai yang terakhir diketahui berada di Thailand pada 25 September lalu.

Tak hanya itu, Global Times melaporkan seorang fotografer berusia 34 tahun hilang setelah pergi ke Bangkok untuk mengerjakan proyek pemotretan. Keluarganya melaporkan dugaan penculikan setelah menerima permintaan uang tebusan.

Menyusul berbagai kejadian tersebut, Kedutaan Besar China meminta warganya memverifikasi setiap tawaran pekerjaan dan proyek investasi di luar negeri.

Pelancong diimbau berhati-hati terhadap tawaran bergaji tinggi dengan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, persyaratan perekrutan yang terlalu mudah, atau fasilitas perjalanan gratis tanpa perlu pengalaman kerja.

Dari sisi transportasi, warga China diminta menyusun rencana perjalanan terlebih dahulu dan menggunakan layanan transportasi resmi. Mereka juga diimbau menolak tumpangan dari orang asing serta tidak mengikuti perubahan rute atau lokasi pertemuan secara mendadak.

Selain itu, turis China sebaiknya menghindari perjalanan ke wilayah perbatasan berisiko tinggi di dekat Myanmar. Pelancong juga diminta memberi tahu keluarga mengenai keberadaan mereka, memastikan ponsel tetap aktif, serta tidak menyerahkan paspor maupun kartu bank kepada pihak lain.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK