Kanker Lambung Masuk 5 Besar di Dunia, Ini Gejala Awalnya
Gangguan pencernaan seperti perut kembung, sering bersendawa, atau cepat kenyang setelah makan kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, jika terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan keluhan serupa adalah kanker lambung. Penyakit ini bahkan termasuk lima jenis kanker dengan kasus baru terbanyak di dunia.
Data terbaru Global Cancer Observatory yang dirilis pada 2026 memperkirakan terdapat sekitar 980 ribu kasus baru kanker lambung di seluruh dunia pada 2024. Penyakit ini juga menyebabkan sekitar 642 ribu kematian pada tahun yang sama.
Gejala kanker lambung perlu diwaspadai. Pasalnya, pada tahap awal penyakit ini bisa tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Ketika muncul, tanda-tandanya pun kerap menyerupai gangguan pencernaan yang umum dialami sehari-hari. Apa saja gejala awal kanker lambung yang perlu dikenali?
Mengenal gejala awal kanker lambung
Mengutip laman National Health Service (NHS), gejala kanker lambung dapat memengaruhi sistem pencernaan dan terkadang sulit dikenali. Beberapa keluhan bahkan bisa muncul pada orang yang memiliki kondisi lain, seperti refluks asam lambung. Berikut di antaranya:
- gangguan pencernaan dan sering bersendawa,
- cepat kenyang meski baru makan sedikit,
- mual atau muntah,
- sulit menelan makanan,
- nafsu makan menurun,
- berat badan turun tanpa disengaja,
- nyeri di perut bagian atas,
- tubuh mudah lelah,
- tinja berwarna lebih gelap.
Jenis-jenis kanker lambung
Kanker lambung tidak hanya terdiri dari satu jenis. Jenisnya ditentukan oleh sel tempat kanker pertama kali berkembang. Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa jenis kanker yang dapat muncul di lambung. Berikut beberapa jenis kanker lambung yang perlu diketahui.
1. Adenokarsinoma
Adenokarsinoma merupakan jenis kanker lambung yang paling sering ditemukan. Kanker ini bermula dari sel kelenjar yang melapisi bagian dalam lambung.
2. Tumor stroma gastrointestinal (GIST)
Tumor stroma gastrointestinal atau gastrointestinal stromal tumor (GIST) berkembang dari sel khusus pada dinding saluran pencernaan. GIST termasuk jenis sarkoma jaringan lunak yang dapat tumbuh di lambung maupun bagian lain saluran pencernaan.
Sarkoma sendiri merupakan kanker yang berasal dari jaringan penunjang tubuh, seperti jaringan ikat atau otot.
3. Tumor neuroendokrin
Tumor neuroendokrin berasal dari sel neuroendokrin, yaitu sel yang memiliki karakteristik menyerupai sel saraf sekaligus sel penghasil hormon. Jenis tumor ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk lambung. Salah satu kelompoknya adalah tumor karsinoid.
4. Limfoma lambung
Berbeda dari jenis lainnya, limfoma bermula dari sel sistem kekebalan tubuh. Kanker ini dapat berkembang di lambung ketika sel-sel kekebalan tumbuh secara tidak terkendali di jaringan tersebut.
Meskipun sama-sama dapat muncul di lambung, setiap jenis kanker tersebut berasal dari sel yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan jenis kanker secara tepat dan membantu dokter memilih penanganan yang sesuai.
Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?
Gejala kanker lambung tidak selalu muncul pada tahap awal. Selain itu, keluhan seperti mual, kembung, atau gangguan pencernaan jauh lebih sering disebabkan oleh kondisi lain. Maka dari itu, mengalami satu gejala di atas bukan berarti seseorang pasti terkena kanker lambung. Penting untuk memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada tubuh.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan jika gejala memburuk, tidak membaik setelah tiga minggu, atau disertai tanda tertentu, seperti kesulitan menelan dan penurunan berat badan tanpa disengaja. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala terasa berat atau mengkhawatirkan.
Mengenali gejala bukan berarti perlu langsung mencurigai kanker setiap kali mengalami gangguan pencernaan. Namun, memahami perubahan yang terjadi pada tubuh dan memeriksakannya ketika keluhan menetap atau memburuk dapat membantu masalah kesehatan ditangani dengan tepat.
(anm/asr)