Ular Masuk Pesawat Bikin Penerbangan Batal, Baru Ketemu Usai 24 Jam

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 20:45 WIB
Ilustrasi ular. (sipa/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor ular sepanjang 40 sentimeter ditemukan di dalam pesawat Japan Air Commuter di Bandara Fukuoka, Jepang, pada Senin (19/10). Penemuan tersebut membuat penerbangan menuju Prefektur Kagoshima dibatalkan.

Ular itu diketahui tidak berbisa dan tidak berbahaya. Menurut laporan Kyodo News, pihak maskapai masih menyelidiki bagaimana reptil tersebut bisa masuk ke dalam pesawat.

Japan Air Commuter merupakan bagian dari Japan Airlines (JAL). Maskapai itu menyebut insiden tersebut sebagai kejadian pertama yang mereka alami.

Reptil itu ditemukan bersembunyi di bawah karpet pesawat dan pertama kali ditemukan oleh seorang teknisi sekitar pukul 13.00 waktu setempat, ketika pesawat sedang dipersiapkan untuk keberangkatan di Bandara Fukuoka.

Sebelumnya, pesawat tersebut tiba dari Bandara Izumo di Prefektur Shimane pada 19 Oktober lalu. Pesawat dijadwalkan kembali terbang dari Fukuoka menuju Prefektur Kagoshima pada pukul 12.50 waktu setempat.

Namun setelah ular ditemukan, penerbangan tersebut dibatalkan. Ular tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Juvenile Japanese striped snake atau shimahebi, spesies ular asli Jepang yang tidak berbisa.

Ular sepanjang 40 sentimeter itu kemudian berhasil ditangkap setelah sekitar 24 jam oleh seorang ahli pengendalian satwa liar.

Pihak maskapai menduga ular tersebut berasal dari alam liar. Meski demikian, mereka masih berupaya memastikan bagaimana hewan itu bisa masuk ke dalam pesawat.

"Sejauh yang dapat kami ketahui, belum pernah ada kasus ular masuk ke dalam kabin pesawat," kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Independent.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang," lanjutnya.

Penemuan ular di pesawat bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2019, seorang penumpang berusia 20 tahun secara tidak sengaja membawa ular ke dalam pesawat yang terbang dari Florida menuju Hawaii, Amerika Serikat (AS).

Pria tersebut baru menyadari keberadaan ular di dalam tasnya setelah reptil itu merayap keluar dari ranselnya ketika ia tiba di tempat penginapan di Pukalani, Maui. Ular jenis black racer tersebut diketahui tidak berbisa, dengan panjang sekitar 30 sentimeter.

Sementara itu, pada 2022, penerbangan AirAsia terpaksa mengubah rute setelah seekor ular terlihat merayap di panel lampu kabin pesawat. Video yang memperlihatkan ular berwarna kuning pucat tersebut kemudian beredar di media sosial.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK