Generasi Z atau Gen Z makin mengutamakan liburan yang menawarkan value for money atau pengalaman yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Laporan Tourism in Focus edisi September 2026 yang dirilis Pacific Asia Travel Association (PATA) bersama Euromonitor International mencatat, sebanyak 25 persen wisatawan Gen Z di Asia Pasifik menjadikan kesepadanan antara harga dan nilai yang diperoleh sebagai pertimbangan utama saat berlibur.
Temuan ini menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih selektif dalam merencanakan perjalanan. Mereka membandingkan berbagai destinasi untuk menentukan pilihan yang dinilai paling sesuai dengan anggaran dan pengalaman yang ingin didapatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mempertimbangkan biaya, Gen Z tidak selalu memilih opsi termurah. Mereka justru bersedia mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan pengalaman liburan yang berkesan daripada membelanjakannya untuk barang mewah.
"Semua orang tahu bagaimana mereka akan menghabiskan uangnya. Kami mungkin memilih untuk berkeliling dunia, tetapi tidak memiliki mobil mewah. Jadi, menurut saya, ini hanya soal pergeseran prioritas. Kami merasa kenangan yang didapat dari perjalanan lebih berharga daripada memiliki mobil mewah," ujar Meghan Brackins, salah satu responden dalam studi tersebut.
Bagi Gen Z, membandingkan destinasi dan mencari penerbangan yang sesuai baru merupakan sebagian dari proses perencanaan perjalanan.
Setelah mempertimbangkan rute, jadwal, dan harga, metode pembayaran yang tersedia saat menyelesaikan transaksi atau check out juga dapat memengaruhi keputusan mereka.
Karena itu, kemudahan pembayaran menjadi aspek yang semakin relevan dalam proses pemesanan perjalanan. Beragam opsi pembayaran dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi Gen Z saat melakukan pemesanan liburan.
Saat ini, Gen Z menyumbang hampir seperempat dari total belanja di sektor perjalanan. Dengan jumlah belanja yang signifikan dan perhatian besar terhadap nilai yang diperoleh, generasi ini berpotensi memainkan peran penting dalam membentuk tren perjalanan pada tahun-tahun mendatang.
"Sebagai pasangan muda yang belum memiliki anak, kami memandang perjalanan sebagai investasi yang akan dikenang sepanjang hidup," kata Crosby Brackins, pasangan Meghan.
(wiw)