Kenapa Pisang Selalu Ada di Pos Refreshment Ajang Lari?

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 22:30 WIB
Ilustrasi Kulit pisang
Ilustrasi. Buah pisang yang selalu ada di ajang lari. (stevepb/Pixabay)

3. Mengandung vitamin yang mendukung metabolisme

Pisang juga mengandung sejumlah vitamin yang dibutuhkan tubuh. Mengacu pada TKPI 2017, kandungan vitamin C pisang sekitar 9 miligram per 100 gram. Buah ini juga mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan niasin.

Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, vitamin B berperan dalam berbagai proses metabolisme zat gizi, termasuk proses yang membantu tubuh memperoleh energi dari makanan.

Ketika berlari dalam waktu lama, kebutuhan energi meningkat seiring dengan aktivitas otot yang terus berlangsung. Pemenuhan zat gizi melalui pola makan yang seimbang membantu mendukung fungsi tubuh selama latihan maupun pemulihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, vitamin dalam pisang bukan sumber energi langsung seperti karbohidrat. Manfaatnya lebih berkaitan dengan dukungan terhadap berbagai proses fisiologis yang diperlukan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

4. Praktis dikonsumsi di tengah perlombaan

Ada alasan lain yang membuat pisang cocok disediakan di pos refreshment: buah ini relatif mudah disiapkan dan dikonsumsi. Pisang tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit sebelum dimakan. Buah ini juga dapat disajikan dalam potongan sehingga pelari bisa mengambil dan mengonsumsinya dengan cepat tanpa harus berhenti terlalu lama.

Kulit pisang berfungsi sebagai pelindung alami bagian dalam buah. Dengan penanganan dan penyimpanan yang tepat, kulit tersebut membantu melindungi daging buah dari paparan lingkungan sebelum dikupas. Kepraktisan ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi penyelenggara ajang lari yang perlu menyediakan konsumsi dalam jumlah besar untuk peserta.

Meski begitu, kebersihan tetap harus diperhatikan. Pisang yang dipotong perlu ditangani menggunakan tangan dan peralatan bersih serta disimpan dengan cara yang sesuai agar aman dikonsumsi peserta.

5. Cocok sebagai pilihan, tetapi bukan satu-satunya asupan

Pisang dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi pelari, baik pada kategori HM maupun FM. Namun, tidak semua pelari memiliki kebutuhan dan toleransi pencernaan yang sama.

Sebagian pelari mungkin nyaman mengonsumsi pisang saat berlari. Sementara itu, pelari lain bisa memilih gel energi, minuman olahraga, atau sumber karbohidrat lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saluran cernanya.

Karena itu, strategi fueling sebaiknya direncanakan sebelum hari perlombaan. Pelari dapat mencoba makanan dan minuman yang akan dikonsumsi ketika latihan untuk mengetahui respons tubuh, termasuk apakah makanan tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.

Asupan karbohidrat juga perlu disertai strategi hidrasi yang sesuai. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada durasi dan intensitas lari, kondisi cuaca, serta karakteristik tubuh masing-masing.

Baca selengkapnya di sini..

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2