Kenali Gejala Kekurangan Oksigen dan Bahayanya bagi Tubuh

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 16:00 WIB
Relawan Kelola Oksigen Gratis Ditengah Tebalnya Asap Palangkaraya
Ilustrasi. Kekurangan oksigen. (Foto: VIORY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Oksigen merupakan salah satu kebutuhan utama tubuh agar organ dapat bekerja dengan baik. Setiap kali bernapas, tubuh mengambil oksigen dari udara, lalu mengalirkannya melalui darah ke berbagai organ, termasuk otak dan jantung.

Ketika pasokan oksigen berkurang, tubuh tidak hanya merespons dengan napas yang terasa berat. Sel-sel tubuh juga dapat kesulitan menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Jika terjadi secara parah atau berkepanjangan, kekurangan oksigen dapat mengganggu kerja organ hingga menyebabkan kerusakan jaringan.

Dalam dunia medis, terdapat dua istilah yang berkaitan dengan kondisi ini, yakni hipoksemia (hypoxemia) dan hipoksia (hypoxia). Meski kerap dianggap sama, keduanya memiliki arti berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Mayo Clinic, hipoksemia merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam darah arteri berada di bawah normal. Sementara itu, hipoksia terjadi ketika jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya. Hipoksemia dapat menyebabkan hipoksia, meski keduanya tidak selalu terjadi bersamaan.

Bagaimana tubuh mengalami kekurangan oksigen?

Untuk memahami dampak kekurangan oksigen, penting untuk mengetahui bagaimana oksigen bergerak di dalam tubuh. Mengutip MedlinePlus, proses ini dimulai ketika paru-paru mengambil oksigen dari udara yang dihirup.

Oksigen kemudian masuk ke aliran darah dan dibawa oleh sel darah merah menuju jantung. Selanjutnya, jantung memompa darah agar oksigen dapat menjangkau berbagai jaringan dan organ.

Di tingkat sel, oksigen berperan dalam proses produksi energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari mempertahankan kerja otak hingga mendukung aktivitas otot dan jantung. Ketika pasokan oksigen tidak mencukupi, proses produksi energi di dalam sel dapat terganggu. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

Dampak yang ditimbulkan bergantung pada seberapa rendah kadar oksigen, jaringan yang terdampak, serta lamanya kondisi tersebut berlangsung. Jika kekurangan oksigen terjadi secara berat atau berkepanjangan, sel dan jaringan dapat mengalami kerusakan.

LIHAT SELENGKAPNYA