Kawasan Prambanan menyimpan lebih banyak peninggalan sejarah daripada kompleks Candi Prambanan yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan. Dalam jarak yang relatif berdekatan, terdapat sejumlah bangunan bercorak Hindu dan Buddha dengan bentuk arsitektur serta kisah sejarah yang berbeda.
Candi di sekitar Prambanan bisa menjadi pilihan wisata sejarah bagi kamu yang ingin menjelajahi peninggalan masa Mataram Kuno dalam satu perjalanan. Beberapa di antaranya bahkan berada dalam satu kawasan wisata, sementara lainnya tersebar di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Perbedaan lokasi dan karakter bangunannya membuat setiap candi menawarkan pengalaman tersendiri. Jika ingin memperluas perjalanan wisata sejarah di kawasan ini, berikut tujuh candi yang bisa masuk dalam daftar kunjungan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Candi Sewu
Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha yang terletak di sebelah utara Candi Prambanan. Kompleks ini dikenal sebagai salah satu kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia.
Bangunan utamanya berupa candi induk yang dikelilingi sejumlah candi perwara. Susunan tersebut membentuk kompleks percandian yang menarik untuk dijelajahi, terutama bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh peninggalan arsitektur Buddha pada masa Jawa Kuno.
Lokasinya masih berada dalam kawasan wisata Candi Prambanan sehingga dapat dikunjungi menggunakan tiket masuk kawasan tersebut.
2. Candi Bubrah
Candi Bubrah. (Foto: iStockphoto/JakezC) |
Tidak jauh dari Candi Sewu, terdapat Candi Bubrah yang juga bercorak Buddha. Nama Bubrah merujuk pada kondisi bangunan yang dahulu berupa reruntuhan sebelum menjalani pemugaran.
Ukurannya memang lebih kecil dibandingkan Candi Sewu. Meski demikian, candi ini tetap menarik dikunjungi untuk melihat karakter arsitektur bangunan Buddha yang menjadi bagian dari kompleks percandian di kawasan Prambanan.
Kedekatan lokasinya dengan Candi Sewu membuat kedua candi ini mudah dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan.
3. Candi Lumbung
Candi Lumbung di Magelang. (Foto: Detikcom/Eko Susanto) |
Candi Lumbung berada di antara Candi Prambanan dan Candi Sewu. Kompleks ini terdiri atas satu candi induk yang dikelilingi sejumlah candi perwara.
Susunan bangunannya memperlihatkan karakter kompleks percandian Buddha dengan candi utama sebagai pusat kawasan. Arsitekturnya juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengamati peninggalan sejarah dari masa klasik Jawa.
Bersama Candi Sewu dan Candi Bubrah, Candi Lumbung termasuk dalam kawasan kunjungan wisata Candi Prambanan. Ketiganya bisa dijelajahi sekaligus tanpa harus berpindah ke lokasi wisata yang jauh.
4. Candi Plaosan
Ilustrasi. Candi Plaosan dekat Candi Prambanan. (Foto: iStockphoto/zodebala) |
Bergeser ke arah timur, wisatawan bisa mengunjungi Candi Plaosan yang berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kompleks Candi Plaosan terbagi menjadi dua bagian, yakni Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Candi ini memiliki perpaduan unsur arsitektur Hindu dan Buddha yang membuatnya memiliki karakter tersendiri dibandingkan candi-candi lain di sekitarnya.
Lokasinya berjarak sekitar 5 kilometer dari Candi Prambanan. Jarak tersebut membuat Candi Plaosan cocok dimasukkan dalam rangkaian wisata sejarah di kawasan perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.
5. Candi Sojiwan
Masih berada di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Candi Sojiwan menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin menjelajahi peninggalan bercorak Buddha.
Salah satu daya tarik candi ini adalah relief yang menghiasi bagian kaki bangunan. Relief-relief tersebut menggambarkan berbagai cerita yang berkaitan dengan ajaran moral dan kehidupan.
Keberadaan relief membuat Candi Sojiwan menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin mengamati seni pahat dan kisah yang diabadikan pada bangunan peninggalan masa klasik Jawa.
6. Candi Kalasan
Berada di Kalibening, Tirtomartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Candi Kalasan merupakan bangunan bercorak Buddha yang diperkirakan berasal dari abad ke-8.
Keberadaan candi ini berkaitan dengan Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 Masehi. Prasasti tersebut menjadi salah satu bukti sejarah pembangunan tempat suci Buddha pada masa Mataram Kuno.
Salah satu keunikan arsitektur Candi Kalasan adalah penggunaan lapisan bajralepa atau stuko pada permukaan dinding bangunan. Selain itu, terdapat hiasan relief Bodhisatwa yang memperkaya tampilan bagian luar candi.
7. Candi Sari
Tidak jauh dari Candi Kalasan, terdapat Candi Sari yang berlokasi di Dusun Bendan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Berbeda dari candi yang umumnya dikenal sebagai tempat pemujaan, Candi Sari diperkirakan memiliki fungsi sebagai wihara atau tempat tinggal para biksu. Bangunan ini juga diyakini memiliki keterkaitan dengan Candi Kalasan.
Candi Sari memiliki bentuk bangunan bertingkat dengan tiga bilik di bagian dalam. Karakter arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal fungsi bangunan keagamaan Buddha pada masa lampau. Karena lokasinya berdekatan dengan Candi Kalasan, kedua candi ini bisa dikunjungi dalam satu perjalanan.
(gas/tis)





