Renungan Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman 2026

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Tiap tahun, umat Katolik merayakan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Berikut renungan Hari Arwah Katolik 2026. (Pradita Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peringatan Arwah Orang Beriman atau bisa disebut Hari Arwah dirayakan setiap tahun pada 2 November atau sehari setelah perayaan Hari Raya Orang Kudus. Renungan Hari Arwah Katolik tahun ini mengingatkan bahwa kehidupan selalu berdampingan dengan kematian. 

Di momen Hari Arwah ini, secara khusus umat Katolik akan mengenang dan mendoakan para saudara-saudari yang telah berpulang. Faktanya, tradisi ini telah ada sejak masa awal agama Kristen.

Renungan Hari Arwah Katolik mengingatkan kita bahwa kehidupan selalu berdampingan dengan kematian. Namun, Iman Katolik menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak berakhir pada kematian jasmani, tetapi berlanjut dalam ziarah rohani menuju kesempurnaan kasih Allah.

Seperti tertulis dalam 2 Makabe 12: 41-42, lalu dalam kitab Perjanjian Baru, tercatat juga Santo Paulus mendoakan kawannya, Onesiforus, yang telah meninggal dunia.

Renungan Hari Arwah Katolik

Bacaan I: 2 Makabe 12:43-46

Yudas, pemimpin bangsa itu, mengumpulkan persembahan kira-kira dua ribu dirham perak, lalu mengirimkannya ke Yerusalem untuk dipersembahkan sebagai korban penghapus dosa. Perbuatannya ini sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab andaikata ia tidak mengharapkan, bahwa orang-orang yang telah gugur itu akan bangkit, maka sia-sialah dan bodohlah mendoakan orang mati. Tetapi oleh karena ia yakin, bahwa mereka yang telah meninggal dengan saleh, mendapat ganjaran yang indah, maka pikiran itu memang suci dan saleh. Itulah sebabnya ia menyuruh mengadakan kurban penghapus dosa untuk orang-orang mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosanya.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Bacaan II: 1 Kor. 15:20-24a.25-28

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan Kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Sebab Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di Bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka adalah jelas, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya itu tidak termasuk ke dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di Bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Bacaan Injil: Yohanes 6: 37-40

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan dating kepada-Ku,dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus.

Dari ketiga bacaan tersebut, Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman didasarkan pada tiga keyakinan iman yang kuat:

1. Persekutuan Para Kudus
2. Kuasa Doa Syafaat
3. Kebangkitan badan.

s Latin Patriarch, Cardinal Pierbattista Pizzaballa, arrived in Gaza on December 19 for Christmas Mass at the Holy Family Parish in Gaza City, which hosts the Palestinian territory's only Roman Catholic church. The Latin Patriarchate says 135 Catholics live in Gaza. They sought shelter inside the compound of the Holy Family Church in the first days of the war between Israel and Hamas. (Photo by Omar AL-QATTAA / AFP)" title="Misa Natal di Paroki Keluarga Kudus, Gereja Katolik Satu-satunya di Gaza" />Ilustrasi. Peringatan Arwah Semua Orang Beriman mengajak umat untuk menyadari bahwa kematian itu berdampingan dengan kehidupan. (AFP/OMAR AL-QATTAA)

Bacaan dari 2 Makabe menjabarkan bahwa praktik mendoakan orang mati sudah ada dalam tradisi Yahudi dengan dasar pengharapan akan kebangkitan.

Dalam bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, Santo Paulus menegaskan Kristus adalah buah sulung kebangkitan dan semua milik-Nya akan dibangkitkan pada waktunya.

Sementara itu, Injil Yohanes memberikan jaminan setiap orang yang percaya kepada Anak akan dibangkitkan pada akhir zaman.

Pada Hari Arwah umat Katolik diajak untuk menyala-nyala dalam kasih dan pengharapan. Umat Katolik mendoakan saudara-saudari yang telah meninggal dengan penuh semangat dan percaya bahwa doa dan kurban (terutama Ekaristi) membantu dalam proses pemurnian, dan semua dipersatukan Kembali dalam kebangkitan bersama Kristus.

Demikian renungan Hari Arwah Katolik yang dapat diresapi oleh umat Katolik.

(glo/els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK