Koper Diperiksa di Bandara Bangkok, 1.122 Barang Terlarang Ditemukan

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Aturan pemeriksaan koper baru di Bandara Bangkok. (istockphoto/gracethang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang pesawat yang bepergian melalui Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand, perlu lebih memperhatikan barang bawaan sebelum melakukan check-in. Pasalnya, otoritas keamanan bandara menemukan 1.122 barang terlarang dalam koper penumpang hanya dalam waktu sepekan.

Temuan tersebut tercatat selama periode 16-22 Oktober, atau pekan pertama penerapan prosedur pemeriksaan bagasi baru. Barang-barang yang ditemukan antara lain power bank, korek api, rokok elektronik atau vape, serta sejumlah benda lain yang dilarang masuk ke bagasi tercatat (check-in baggage).

Mengutip laporan The Thaiger, temuan tersebut berkaitan dengan penerapan aturan baru di Thailand yang memungkinkan petugas keamanan membuka koper penumpang tanpa harus menunggu kehadiran pemiliknya apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya barang mencurigakan atau berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Sebelumnya, pemeriksaan bagasi yang mencurigakan mengharuskan petugas mencari penumpang untuk meminta mereka membuka koper. Prosedur baru ini memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan lebih cepat tanpa perlu menunda proses keberangkatan pesawat.

Meski demikian, Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) menegaskan bahwa pembukaan koper tidak akan dilakukan secara rutin. Pemeriksaan hanya dilakukan apabila terdapat indikasi mencurigakan dan harus berlangsung di area khusus dengan kondisi yang terkendali.

Seluruh proses pemeriksaan juga wajib direkam menggunakan kamera. Petugas harus meninggalkan pemberitahuan di dalam koper yang dibuka agar pemiliknya mengetahui bahwa barang bawaan mereka telah diperiksa.

Penumpang diminta perhatikan isi bagasi

Penerapan prosedur baru ini membuat penumpang perlu lebih teliti saat mengemas barang bawaan, terutama benda-benda yang memiliki aturan khusus dalam penerbangan.

Mengutip VNExpress, salah satu barang yang perlu diperhatikan adalah power bank dan baterai litium cadangan. Maskapai penerbangan kini mewajibkan kedua jenis barang tersebut dibawa dalam bagasi kabin, bukan bagasi tercatat.

Bandara Don Mueang juga menyarankan penumpang menggunakan gembok koper yang kompatibel dengan standar TSA (Transportation Security Administration). Gembok jenis ini memungkinkan petugas membuka koper menggunakan kunci khusus dan menguncinya kembali setelah pemeriksaan selesai.

Sebaliknya, penggunaan gembok biasa berisiko membuat pengaman koper harus dipotong apabila petugas perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apabila koper mengalami kerusakan selama proses pemeriksaan, penumpang dapat menghubungi maskapai penerbangan terkait atau mengajukan pengaduan kepada CAAT.

Pelaksana Tugas Direktur Bandara Don Mueang, Pokpong Suwanmolee, mengatakan pihaknya akan terus menerapkan prosedur pemeriksaan tersebut. Ia juga mengimbau penumpang untuk bekerja sama dengan petugas keamanan demi menjaga keselamatan penerbangan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK