Desa Bibury di kawasan Cotswolds, Inggris, mendapat sorotan setelah pemandangannya menarik perhatian, khususnya wisatawan asal Jepang.
Desa yang dikenal dengan deretan rumah batu bersejarah ini diduga mengalami lonjakan kunjungan penggemar manga dan anime Jepang berjudul Kin-iro Mosaic.
Serial yang juga dikenal dengan judul Golden Mosaic tersebut mengisahkan persahabatan sekelompok siswi Jepang dengan seorang pelajar asal Inggris yang mengikuti program pertukaran pelajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kin-iro Mosaic awalnya merupakan manga karya Yui Hara yang terbit pada 2010 hingga 2020 di majalah Jepang Manga Time Kirara Max.
Ceritanya kemudian diadaptasi menjadi serial anime televisi sebanyak 12 episode pada 2013, dilanjutkan dengan musim kedua berjudul Hello!! Kin-iro Mosaic pada 2015. Waralaba ini kemudian merilis dua film animasi pada tahun 2016 dan 2021.
Bibury menjadi salah satu latar dalam Kin-iro Mosaic, terutama episode kilas balik ketika tokoh utama bernama Shinobu Omiya melakukan perjalanan ke Inggris untuk mengikuti program homestay.
Sejumlah tempat di Bibury turut ditampilkan dalam serial tersebut. Beberapa di antaranya adalah Arlington Row, deretan rumah batu bekas tempat tinggal para penenun dari abad ke-17, jembatan batu yang melintasi Sungai Coln, Bibury Trout Farm, hingga sebuah kedai es krim.
Seperti dilansir The Independent, Bibury merupakan desa kecil yang dihuni sekitar 627 penduduk. Meski demikian, jumlah wisatawannya dapat mencapai 20.000 orang dalam satu akhir pekan.
Meningkatnya kunjungan wisatawan membuat anggota dewan Paroki Bibury menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak aktivitas wisata di Sungai Coln yang mengalir di tengah desa.
Berdasarkan notulen rapat dewan, wisatawan yang datang selama musim panas tidak hanya bermain air di sungai, tetapi juga membawa kursi untuk duduk di dalamnya.
Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu satwa liar yang hidup di kawasan sungai, termasuk angsa dan bebek.
Popularitas Bibury ternyata tidak hanya datang melalui komik Jepang. Desa ini sebenarnya telah lama dikenal sebagai salah satu desa terindah di Inggris.
Daya tariknya bahkan sudah mendapat perhatian sejak abad ke-19, ketika desainer tekstil sekaligus penulis William Morris menyebut Bibury sebagai "desa terindah di Inggris".
Tak hanya itu, Kaisar Jepang Hirohito juga pernah mengunjungi desa tersebut pada 1921. Setelah kunjungannya, ia menyebut Bibury sebagai "tempat suci".
(dsd/wiw)