Ditolak Agen Travel, Kakek 96 Tahun Pakai AI Pergi Sendirian ke Tibet

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 14:00 WIB
Ditolak Agen Travel, Kakek 96 Tahun Pakai AI Pergi Sendirian ke Tibet
Lhasa di Tibet, salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. (istockphoto/ AsianDream)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ditolak sejumlah agen travel akibat faktor usia tidak menyurutkan niat Tan, seorang kakek berusia 96 tahun asal China, untuk mewujudkan impian menjelajahi Tibet.

Berbekal bantuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Tan sukses melakoni perjalanan seorang diri atau solo traveling menembus wilayah dataran tinggi tersebut.

Dikutip dari The China Academy, Tan berangkat dari Provinsi Jiangsu menuju Lhasa menggunakan kereta api pada pertengahan Oktober 2026. Ia menempuh rute sepanjang 3.000 kilometer selama 43 jam demi menggenapi impian seumur hidupnya: mengunjungi seluruh wilayah administratif setingkat provinsi di China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan untuk bepergian mandiri diambil Tan setelah permohonannya ditolak berbagai agen wisata dan ditentang pihak keluarga yang mengkhawatirkan bahaya penyakit ketinggian. Tak hilang akal, Tan memanfaatkan aplikasi AI di ponselnya untuk menyusun rencana perjalanan secara mandiri.

Melansir VN Express, kisah keberanian Tan mendadak viral di media sosial usai seorang wisatawan mengunggah video pertemuannya dengan Tan di sebuah restoran di Lhasa.

Selama berada di kawasan berjuluk "Atap Dunia" tersebut, Tan menikmati pelayaran malam di Sungai Lhasa, mengenakan pakaian tradisional, hingga berkeliling kota menggunakan bus umum. Sepanjang perjalanan, ia juga dibantu oleh sesama penumpang yang merelakan kasur bawah di kereta, petugas stasiun, hingga staf hotel.

Tan akhirnya kembali ke kediamannya di Wuxi dengan selamat pada 21 Oktober. Aksi kakek berusia nyaris satu abad ini memicu decak kagum sekaligus rasa penasaran publik atas kondisi fisiknya yang tetap prima.

Meski menginspirasi, perjalanan ke kawasan berketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut seperti Tibet tetap membutuhkan persiapan medis matang dan panduan aklimatisasi ketat demi menghindari risiko bahaya fisik bagi wisatawan.

(dsd/wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA