Aktivitas mendaki Gunung Merbabu di Jawa Tengah tanpa harus berjalan kaki kini dapat dilakukan melalui ketersediaan layanan khusus tim tandu.
Kendati demikian, fasilitas ini membutuhkan biaya yang terbilang fantastis, yakni mencapai sekitar Rp30 juta untuk satu paket perjalanan rombongan.
Pengelola basecamp jalur Gancik, Antonabiel, menjelaskan bahwa layanan khusus tersebut disediakan atas permintaan personal dari pendaki. Dalam agenda pendakian privat selama dua hari yang berlangsung pada Senin (2/11) hingga Selasa (3/11) tersebut, pihak penyelenggara mengerahkan belasan personel pendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kemarin untuk satu paket dengan 19 personel. Sembilan orang penandu dan 10 orang kru, kurang lebih Rp 30 jutaan. Ini belum termasuk fotografer," kata Antonabiel, seperti dilansir Detik.
Antonabiel merinci bahwa dari total biaya paket tersebut, alokasi khusus untuk sembilan personel tim penandu memakan anggaran sebesar Rp18 juta. Nominal ini murni merupakan tarif jasa mengangkat pendaki saat melintasi trek naik dan turun Gunung Merbabu.
"Biaya Rp 18 juta untuk personel sembilan orang tim tandu dan hanya naik turun. Tidak termasuk porter, guide, logistik, dan tenda," kata dia menambahkan.
Mengingat persiapan teknis yang cukup rumit serta keterbatasan tenaga operasional, layanan tandu ini tidak dapat diakses secara mendadak di lokasi.
Calon pengguna diwajibkan melakukan pemesanan jauh-jauh hari kepada pihak penyedia jasa. "Booking dulu," ujar Antonabiel.
Fenomena pendakian menggunakan fasilitas tandu ini sebelumnya ramai diperbincangkan netizen usai diunggah oleh akun Instagram @jejakpendaki.
Unggahan berupa empat slide foto dan video tersebut menampilkan seorang pendaki yang tengah diangkut menggunakan tandu menyusuri jalur Gancik.
Keterangan pada unggahan media sosial tersebut sempat mengklaim bahwa biaya sewa jasa tandu berada di kisaran Rp14 juta di luar kebutuhan porter serta logistik. Namun, pihak pengelola basecamp meluruskan kekeliruan informasi tersebut.
Antonabiel menegaskan bahwa operasional sembilan personel tim penandu saja membutuhkan biaya Rp18 juta, sedangkan keseluruhan paket pendakian yang melibatkan total 19 personel menelan anggaran hingga kisaran Rp30 juta.
(wiw)