Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tim nasional Belgia, Marc Wilmots, melontarkan kritik keras terhadap permainan Italia dan mengatakan skuat asuhan Antonio Conte itu memainkan strategi bertahan yang sukar ditembus.
Belgia yang berisikan skuat generasi emas yang dihuni pemain-pemain berbakat seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jan Vertonghen, menelan kekalahan 0-2 dari timnas Italia di laga pembuka mereka di Piala Eropa 2016, Senin (13/6) malam waktu setempat.
Sempat bermain lebih dominan di awal-awal laga, Belgia kemudian tertinggal lebih dahulu lewat gol Emanuele Giaccherini memanfaatkan umpan lambung Leonardo Bonucci di babak pertama. Belgia kemudian beberapa kali mendapatkan celah menyerang, tapi pada akhirnya gagal membobol gawang Gianluigi Buffon.
Di detik-detik akhir pertandingan, serangan balik Italia kembali membuahkan gol lewat sepakan voli Graziano Pelle yang memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva.
Wilmots mengkritik strategi yang dipilih Conte dan mengatakan bahwa mereka dengan sengaja bermain lewat serangan balik.
"Mereka tidak memainkan sepak bola yang sebenarnya, dan sangat sulit ketika kami harus menghadapi semua orang yang bertahan," kata Wilmots kepada media. "Mereka sebenarnya hanya duduk-duduk di sofa... mereka sangat santai."
Wilmots mengatakan hasil ini menjadi sumber kekecewaan bagi timnya, terutama karena mereka sempat tampil mendominasi.
"Di setengah jam pertama, kami tak mengizinkan satu pun kesalahan dan kami juga membuat beberapa peluang, meski dari jarak jauh. Lalu kami membuat kesalahan di lini pertahanan kami dan Italia mencetak gol."
"Anda tahu sangat sukar untuk membalikkan keadaan, terutama melawan Italia, karena mereka memiliki banyak pengalaman. Kami bermain lebih baik setelah jeda babak kedua, meski tetap saja sangat tidak mudah menembus 'blok Juventus' di lini pertahanan."
(vws)