Pada turnamen yang digelar di Brasil itu, Italia memang menang di pertandingan pembuka mereka melawan Inggris, tapi pada akhirnya tersingkir di fase grup. Sakit hati inilah yang tak diinginkan De Rossi terulang lagi.
"Hasil (melawan Belgia) ini tak terlalu mengejutkan," katanya kepada Rai Sport, setelah pertandingan. "Nama saya didaftarkan ke dalam skuat dan saya masuk ke daftar 23 pemain yang dibawa ke Perancis. Dan meski saya bahagia kami menang, ini hanya satu hasil."
"Kami harus tetap tenang."
"Sayangnya tim-tim akan mulai menakuti kami karena hasil ini, namun kami tak bisa melakukan apapun soal mentalitas itu."
Italia menekuk Belgia yang berisikan skuat generasi emas yang dihuni pemain-pemain berbakat seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jan Vertonghen. Padahal, Italia datang dengan tanpa kehadiran para pemain terbaiknya.
Sempat bermain lebih dominan di awal-awal laga, Belgia kemudian tertinggal lebih dahulu lewat gol Emanuele Giaccherini memanfaatkan umpan lambung Bonucci di babak pertama. Belgia kemudian beberapa kali mendapatkan celah menyerang, tapi pada akhirnya gagal membobol gawang Gianluigi Buffon.
Di detik-detik akhir pertandingan, serangan balik Italia kembali membuahkan gol lewan tendangan voli Graziano Pelle yang memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva.
Sama seperti De Rossi, Conte pun mengingat hasil buruk Italia di Piala Dunia dua tahun lalu dan meminta kesebelasannya tetap tenang.
"Kami harus senang malam ini, kami juga harus senang besok. Kemudian tim harus bersiap menghadapi Swedia, karena kami punya kenangan buruk yang masih segar dari (Piala Dunia) dua tahun lalu," ucap Conte.
"Kami bermain bagus melawan Inggris, kami menang dan kemudian kalah. Hasil itu masih membekas di dalam pikiran para pemain, begitu juga suporter kami," sambungnya.
(vws)