Lelucon Pelatih Islandia Bak Viking di Desa Galia

Ahmad Bachrain
Minggu, 03/07/2016 03:45 WIB
Pesta pora Islandia ketika mengalahkan Inggris 2-1, kini mereka berambisi mengalahkan Perancis. (REUTERS/Yves Hermann)

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum Wales membuat kejutan, Islandia lebih dulu bikin banyak orang berdecak kagum. Itu setelah mereka menyingkirkan Inggris di babak 16 besar Piala Eropa 2016.

Skuat asuhan Heimir Hallgrimsson menaklukkan Inggris 2-1. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi tim Skandinavia ini menghancurkan salah satu negara adidaya sepak bola.

Berikutnya, giliran Perancis yang juga ingin dibuatnya merana. Pada sesi wawancara sebelum pertandingan, Hallgrimsson terlihat begitu santai.

Bahkan, sempat-sempatnya ia melontarkan lelucon terkait laga perempat final di Stade de France, Minggu (3/7) malam waktu setempat. Gurauan itu utamanya mengomentari markas Islandia selama melakoni laga Piala Eropa 2016.

"Kalian (orang Perancis) tidak beruntung, kalian membuat kami tinggal di Annecy yang merupakan salah satu tempat terbaik di dunia. Kami jadi merasa ingin segera kembali ke sana (Annecy) setiap kali bertanding," tutur Hallgrimsson kepada UEFA.

Annecy merupakan wilayah bernuansa pedesaan di Perancis, berdekatan dengan Swiss. Sedangkan markas Islandia memang persis berada di pinggir danau D'Annecy dengan suasana yang sangat asri.

Sontak, candaan pelatih Islandia ini bak orang-orang Viking yang sangat terpukau dengan keasrian Desa Galia, sebutan klasik untuk negara Perancis. Sekadar pengetahuan, secara sejarah Islandia masih satu rumpun dengan beberapa negara macam Swedia, Denmark, dan Norwegia yang memilik cabang keturunan dari bangsa Viking.

Itu bisa dilihat dari kemiripan nama-nama di rumpun negara tersebut. Akhiran son seperti Hallgrimsson, merupakan nama keluarga yang berarti putra dari Hallgrims. Sedangkan kata akhiran dottir seperti Hallgrimsdottir misalkan, biasanya melekat pada perempuan Islandia yang berarti anak perempuan dari Hallgrims.

Menurut Hallgrimsson, keindahan alam Annecy membuat para pemain termotivasi untuk bertahan di Perancis. Itu pula yang membuat mereka selalu mengejar kemenangan agar tidak segera pulang dari Perancis. "Mari berharap agar Perancis bergabung sebagai tim besar yang akan tersingkir juga di turnamen ini," tukas Hallgrimsson.

Dalam kesempatan itu, Hallgrimsson juga mengungkapkan kekuatan utama Islandia hingga bisa lolos sejauh ini. "Kami bermain sederhana jika itu yang Anda sebut permainan yang menjadi kekuatan kami," bebernya.

"Jika ada yang menyebut itu membosankan atau tak cukup bagus, itu opini mereka. Namun, kami bermain dengan gaya kami," kata Hallgrimsson, melanjutkan.

Menurutnya, Islandia merupakan sebuah kekuatan yang sangat utuh dan bisa mengalahkan negara kuat. "Itulah sederhana yang kami maksud," tegas Hallgrimsson.

Satu lagi yang membuat Islandia tetap bertahan hingga sejauh ini. Menurutnya, Islandia bermain tanpa beban. "Jika Anda terlalu tegang, Anda tak bisa menampilkan permainan terbaik," ucap Hallgrimsson.

"Kami cukup santai dan percaya diri setiap pertandingannya. Saya juga percaya, Anda belum melihat permainan terbaik kami." (bac)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar