Jakarta Dekade

Musisi Lawas Masih Sakti, Penonton Tersihir

Vega Probo, CNN Indonesia | Sabtu, 15/11/2014 16:10 WIB
Musisi Lawas Masih Sakti, Penonton Tersihir Dedddy Dhukun yang semula mengaku sakit, memaksa tampil di Konser Jakarta Dekade, semalam (14/11) di Balai Sarbini, Jakarta, berduet dengan Dian Pramana Putra membawakan lagu Bohong dan Masih Ada. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Waktu seolah berhenti bergulir saat Konser Eksklusif: Jakarta Dekade digelar tadi malam (14/11) di Balai Sarbini, Jakarta. Selama hampir empat jam, sekitar 1.300 penonton, yang tak lain generasi kaset, “terjebak masa lalu” kala memirsa aksi sederet musisi lawas dalam konser bertajuk From the Old Time Best yang digagas Mahana Live, Trans Event dan Maha Buana Cahaya.

Tanpa butuh instrumen berlebihan—yang dimainkan Audensi Band—kekuatan vokal Ermy Kulit dengan sendirinya berdaya menyihir penonton. Setelah menuntaskan beberapa lagu termasuk Pasrah, penyanyi jazz ini membawakan Pertama dan Terakhir milik Diana Nasution. “Karena musik, kita melebur jadi satu,” Ermy segera memungkas penampilannya dengan Kau yang Kusayang dan Kasih.

Sihir yang ditebar Ermy kepada para penonton segera diestafet oleh 2D yang digawangi Deddy Dhukun dan Dian Pramana Putra. Aksi keduanya sangat atraktif dan komunikatif. Deddy bahkan tak sungkan menggoda beberapa perempuan di barisan terdepan, termasuk Dorce. Dengan nada canda, Deddy ingin membentuk grup baru 3D: Dian-Deddy-Dorce. Sontak tawa para penonton pun berderai.


Dian, yang masih menyimpan ketampanan masa lalu, memulai konser dengan tampil solo membawakan Kau Seputih Melati. Lagu yang dinyanyikan ulang oleh Sammy Simorangkir ini terdengar soulful. Salah seorang penonton, Eka Sanda Novianti, mengaku merasakan sentuhan emosional. “Rata-rata lagu 2D mirip true story in my life. Saya ngerasain feel-nya,” kata perempuan generasi digital yang menyukai musik generasi kaset karena "everlasting."

Begitu Deddy Dhukun bergabung dengan Dian, segera memberondong emosi para penonton dengan lagu Biru yang dipopulerkan Vina Panduwinata. Dengan aransemen baru—atau boleh dikatakan spontan—2D membawakan Bohong, Oya, Melayang, Keraguan, juga lagu hit yang melambungkan nama mereka, Masih Ada. Dan sebagai penghormatan bagi Dodo Zakaria, 2D menyanyikan Esok Kan Masih Ada.

Fariz RM membawakan sejumlah hits-nya, antara lain Susi Belel, Hasrat dan Cinta, Barcelona, di Konser Jakarta Dekade, semalam (14/11) di Balai Sarbini, Jakarta. (CNN Indonesia/Vega Probo)

Dengan rancak, 2D juga menyanyikan secara medley lagu Sakura-Semua Tumbuh Jadi Satu-Cinta Adalah Kenangan. Menuntaskan medley-nya dengan menyanyikan kembali Sakura, Deddy dan Dian lantas memanggil penampil berikut: Fariz RM! Tampil dengan synthesizer andalannya, Fariz segera “mengisi nostalgia” dengan Sungguh. Nada riang lagu ini membuat sebagian penonton bergoyang.

Menuntaskan satu lagu, Fariz menyapa para penonton dengan napas sedikit tersengal. “Napas harus diirit-irit,” kata Fariz bercanda. Berusia 55 tahun, Fariz tampak lebih tua. Namun gayanya tetap keren, mengingatkan pada John Taylor, basis band Duran Duran dari Inggris. Dengan tulus, ia mengucap terima kasih kepada penonton, “Saya masih ada di panggung ini karena Anda.”

Lalu, berturut-turut, ia menggeber Susi Belel, Nada Kasih, juga Hasrat dan Cinta, lagu pertama ciptaannya yang dipublikasikan dan dinyanyikan Andi Mariam Matalata. Permainan synthesizer-nya semakin rancak dan sedikit rumit saat membawakan Sakura dan Barcelona, dua lagu hits yang semakin melambungkan nama Fariz pada 1980-an.

Begitu Fariz silam ke balik panggung, Koes Plus yang digawangi Yon Koeswoyo bersama tiga musisi generasi penerus klan Koeswoyo segera membawa penonton ke era setengah abad silam. Mulai nge-band sejak 1960, Koes Plus tetap eksis. Tadi malam, Yon cs membawakan 10 lagu, antara lain Why Do You Love Me, Kolam Susu, Kisah Sedih di Hari Minggu, Pelangi, Buat Apa Susah.

Foto-foto lawas Koes Plus menghiasi layar besar selama Yon Koeswoyo bersama tiga musisi muda membawakan 10 lagu di Konser Jakarta Dekade di Balai Sarbini, Jakarta, semalam (14/11). (CNNIndonesia/Vega Probo)


Jelang tengah malam, giliran Daniel Sahuleka dan Sheila Majid memungkas konser. Meski mengantuk, para penonton tetap antusias menyimak suara khas Daniel membawakan Don’t Sleep Away The Night dan You Make My Word So Colorful. Seolah dininabobokan oleh suara merdu Sheila saat melantunkan Antara Anyer dan Jakarta, Aku Cinta Padamu, juga Sinaran. Buaian indah bagi generasi kaset.